kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.879   -21,00   -0,12%
  • IDX 7.995   60,15   0,76%
  • KOMPAS100 1.128   11,02   0,99%
  • LQ45 818   2,35   0,29%
  • ISSI 282   4,49   1,62%
  • IDX30 426   -0,37   -0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -3,30   -0,64%
  • IDX80 126   0,89   0,71%
  • IDXV30 139   0,12   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

Pertamina bakal naikkan harga Pertamax bulan Mei


Rabu, 29 April 2015 / 19:52 WIB
Pertamina bakal naikkan harga Pertamax bulan Mei
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/10/2023). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/Spt.


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Manajemen PT Pertamina (Persero) berencana menaikan harga jual Pertamax mulai 1 Mei mendatang. Ini dilakukan seiring dengan tren kenaikan harga jual minyak dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, bahwa kompetitor Pertamina yaitu Shell sudah menaikan harga bensin Super setara Pertamax atau RON 92 dari Rp 8.600 menjadi Rp 8.950.

"Kalau Super Shell naik jadi Rp 8.950 per liter, Pertamax juga akan naik. Harganya di bawah itu lah," ujarnya di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (29/4).

Selain kenaikan harga minyak dunia dan (Mean of Platt Singapore (MoPS), terang Bambang, faktor yang juga menjadikan Pertamina menaikkan harga Pertamax juga dilakukan guna menyiasati persaingan usaha dengan badan usaha penyalur BBM dengan produk selevel atau produk dengan kadar RON 92 ke atas. Ia pun tetap optimistis kenaikan harga Pertamax tak lantas menjadikan praktik migrasi dari Pertamax ke Premium meningkat.

"Makanya kita tidak akan menaikan harga tinggi-tinggi. Sekitar Rp 100 per liter sampai Rp 200 per liter. Kan perbedaannya dengan Shell (Super) sekarang itu Rp 350 per liter," cetusnya.

Di kesempatan berbeda, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menegaskan, pemerintah tak akan menaikan harga jual premium dan solar bersubsidi per 1 Mei 2015.

"Lagi dikaji. Lihat trennya, harusnya nggak ada kenaikan. Karena rupiahnya sedikit membaik, harga BBM dunia tidak terlalu besar naik turunnya. Insya Allah nggak ada kenaikan di bulan Mei ini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×