kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pertamina beberkan alasan tak jadi bangun Kilang Bontang


Senin, 31 Agustus 2020 / 20:19 WIB
Pertamina beberkan alasan tak jadi bangun Kilang Bontang
ILUSTRASI. Suasana kilang pencairan gas alam Badak LNG di Bontang. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Rei/15.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) sedianya berencana membangun empat Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan dua proyek Grass Sroot Refinery (GRR). Adapun, seiring perjalanan waktu, Pertamina memastikan hanya akan membangun lima kilang. Satu proyek kilang baru alias GRR yakni Kilang Bontang diputuskan untuk tidak dilaksanakan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pasca kajian ulang dilakukan Pertamina memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut seiring perubahan demand Bahan Bakar Minyak (BBM) ke depannya.

Baca Juga: Pertamina tetap kembangkan kilang, ini dampaknya terhadap impor minyak mentah dan BBM

"Demand terjadi perubahan signifikan akibat disrupsi kebijakan pemerintah untuk biodiesel dan gasifikasi serta mobil listrik," terang Nicke dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (31/8).

Nicke melanjutkan, kebijakan pemanfaatan BBM low sulfur untuk kebutuhan bahan bakar perkapalan juga mempengaruhi proyeksi demand ke depannya. 

Untuk itu Pertamina memastikan hanya akan membangun lima proyek kilang. Adapun, kelima proyek kilang tersebut yakni empat pengembangan kilang atau RDMP Balikpapan, Cilacap, Balongan dan Dumai serta satu kilang baru di Tuban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×