Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan perubahan atau penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada periode 1 November 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora membenarkan bahwa belum ada perubahan harga BBM per awal bulan ini. Dia bilang, pihaknya masih melakukan kalkulasi secara cermat terhadap berbagai indikator ekonomi utama.
"Betul, per 1 November 2026 Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi. Saat ini, evaluasi terhadap berbagai faktor yang memengaruhi harga masih terus dilakukan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Ditahan, Pertamina Tertekan Selisih Harga Keekonomian
Selain memantau kondisi pasar, Kitty menuturkan, penetapan harga BBM nonsubsidi juga wajib mengacu pada regulasi pemerintah. Menurutnya, Pertamina terus menyelaraskan kebijakan penetapan harga agar tetap akuntabel serta mempertimbangkan dinamika indikator makroekonomi domestik secara berkala.
"Di antaranya perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar Rupiah, serta kondisi ekonomi lainnya. Di mana proses evaluasi dan penetapan penyesuaian harga juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah serta mengacu pada ketentuan yang berlaku," tuturnya
Lebih lanjut, Kitty menambahkan, di tengah ketidakpastian pasar global, pihaknya bakal menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan ekonomi masyarakat.
"Kembali lagi, setiap penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, ketentuan yang berlaku, serta melalui koordinasi dengan Pemerintah, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan bisnis dan daya beli masyarakat," pungkasnya.
Untuk diketahui, Berdasarkan laman Pertamina Patra Niaga pada Minggu (1/11/2026) hingga Pukul 10.30 WIB, harga BBM bersubsidi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur masih dipatok sama yakni untuk Pertalite sebesar Rp 10.000 per liter, dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Ini juga berlaku di seluruh wilayah Indonesia
Baca Juga: Hatten Bali (WINE) Perkuat Portofolio Premium untuk Perluas Pasar Wine
Sementara untuk harga BBM Non Subsidi di wilayah tersebut, Pertamax seharga Rp 15.950 per liter, Pertamax Turbo seharga RP 19.600 per liter, Pertamax Green 95 dibanderol Rp 19.150 per liter, Dexlite Rp 23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp 25.200 per liter.
Harga tersebut juga sama untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), namun yang membedakan hanya tidak ada varian BBM Pertamax Green 95 saja di ketiga wilayah tersebut.
Selanjutnya, di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung, harga Pertamax Turbo Rp 20.000 per liter, Pertamax Rp 16.300 per liter, Pertamina Dex Rp 25.750 per liter dan Dexlite Rp 24.200 per liter.
Di Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau harga Pertamax Turbo Rp 20.450 per liter, Pertamax Rp 16.650 per liter, Pertamina Dex Rp 26.300 per liter dan Dexlite Rp 24.750 per liter.
Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Papua harga Pertamax Turbo Rp 20.000 per liter, Pertamax Rp 16.300 per liter dan Dexlite Rp 24.200 per liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














