kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pertamina Butuh US$ 19 Miliar untuk Bangun Kilang


Kamis, 12 November 2009 / 17:05 WIB
Pertamina Butuh US$ 19 Miliar untuk Bangun Kilang


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Test Test

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menyediakan anggaran cukup besar untuk investasi membangun kilang. Menurut Direktur Keuangan Pertamina, Frederick Siahaan, total kebutuhannya mencapai US$ 19 miliar. "Total dana itu untuk meningkatkan kapasitas kilang minyak kita dari awalnya 1,1 juta barel per hari menjadi 1,4 juta barel per hari," kata Frederick, Kamis (12/11).

Soal dari mana sumber pendanaannya, Frederick enggan menjawab. Nilai investasi itu untuk tujuh kilang yang menjadi pilot project Pertamina. Adapun ke tujuh kilang minyak tersebut adalah Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Dumai, Kilang Banten, Kilang Balongan, dan Kilang East Java. Ketujuh kilang itu berbeda-beda waktu beroperasinya. Ada yang bisa beroperasi pada 2012, ada juga yang beroperasi pada 2016. "Saat ini kita sedang menyiapkan untuk kilang minyak Cilacap, kemungkinan Desember akan dimulai," papar dia.

Direktur Pengolahan Pertamina, Rukmi Hadi Hardini mengungkapkan, tidak semua kilang yang dibangun Pertamina adalah kilang baru. Beberapa kilang di antaranya hanya untuk menaikkan produksi, seperti di Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Dumai, dan Kilang Balikpapan. "Kilang tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi BBM (bahan bakar minyak) dalam negeri sehingga tidak impor lagi," ujar Rukmi.

Tahun depan, Pertamina menargetkan lifting minyak sebesar 193,9 juta barel per hari (million barrel oil per day / MBOPD) atau bertambah 11% dibandingkan tahun ini. Tahun ini, lifting minyak Pertamina hingga akhir tahun hanya sebesar 174,8 mbopd. "Hingga November, rata-rata lifting minyak mencapai 172 mbopd," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×