kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pertamina Cari Pinjaman Jangka Pendek US$ 2,5 Miliar


Kamis, 04 September 2025 / 14:08 WIB
Pertamina Cari Pinjaman Jangka Pendek US$ 2,5 Miliar
ILUSTRASI. PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field mencatatkan produksi minyak dan gas melalui pengeboran sumur LBK-INF16 di area Lembak, yang berdampak pada lonjakan produksi.


Sumber: Bloomberg | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Raksasa minyak milik negara Indonesia, PT Pertamina tengah mencari pinjaman jangka pendek senilai US$ 2,5 miliar, menurut sumber Bloomberg yang mengetahui langsung rencana tersebut. Jika terealisasi, ini berpotensi menjadi salah satu transaksi pinjaman dalam dolar terbesar di Indonesia tahun ini.

Pertamina telah menunjuk Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) untuk mengatur fasilitas pinjaman berdurasi satu tahun yang akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Fasilitas ini direncanakan disindikasikan ke pasar yang lebih luas pada tahap selanjutnya.

Hingga saat ini, juru bicara Pertamina belum memberikan komentar terkait rencana pinjaman tersebut.

Baca Juga: Keluhan Stok Kosong, Kementerian ESDM Sinkronisasi Impor BBM Swasta dan Pertamina

Langkah ini menambah daftar transaksi pinjaman dolar oleh perusahaan Indonesia dalam setahun terakhir, mencerminkan sentimen pasar terhadap negara yang baru saja mengalami gejolak sosial serius. Protes yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah memicu aksi jual di pasar saham dan obligasi, meskipun kondisi mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Fitch Ratings memperingatkan kerusuhan yang berlarut-larut dapat memperburuk posisi kredit Indonesia, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan menekan kondisi fiskal negara.

Sementara itu, lini bisnis pengiriman milik Pertamina juga tengah mencari pinjaman terpisah sebesar US$ 700 juta untuk pembangunan kapal. Di sisi lain, dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, telah menunjuk bank untuk mengoordinasikan pinjaman dalam berbagai mata uang hingga senilai US$ 10 miliar yang bisa menjadi fasilitas pinjaman terbesar di Asia Tenggara.

Namun, Pertamina masih menghadapi tantangan besar. Pihak berwenang Indonesia tengah menyelidiki dugaan kasus korupsi senilai US$ 17 miliar yang melibatkan perusahaan ini. Pada Juli lalu, delapan tersangka ditahan dan didakwa atas dugaan penyimpangan dalam pembelian minyak antara tahun 2018 hingga 2023, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg News.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×