kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pertamina Dorong Implementasi SDGs melalui 262 Desa Energi Berdikari


Rabu, 22 Juli 2026 / 17:48 WIB
Pertamina Dorong Implementasi SDGs melalui 262 Desa Energi Berdikari
ILUSTRASI. Pertamina Dorong Implementasi SDGs melalui 262 Desa Energi Berdikari (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) terus mendorong implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan 262 Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia. 

Program itu mengedepankan pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis masyarakat sekaligus menciptakan nilai ekonomi agar manfaatnya dapat berkelanjutan.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan implementasi SDGs di tingkat perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga dengan membangun kemandirian energi masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

"Yang membuat ini semua sustainable, ujung-ujungnya adalah ini harus berdampak ekonomi. Jadi bagaimana masyarakat bisa menemukan potensi energi yang dimiliki, menggunakannya, dan pada akhirnya menciptakan nilai ekonomi dari energi tersebut," ujar Arya dalam sesi Disaster Mitigation & Community-Empowered Recovery pada Lestari Summit 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026). 

Baca Juga: Pertamina Perkuat Monitoring Distribusi untuk Jaga Pasokan BBM di Aceh, Riau & Kepri

Arya menjelaskan, Desa Energi Berdikari dikembangkan melalui tiga pendekatan, yakni membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi energi lokal, mengedukasi pemanfaatannya, serta mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis energi terbarukan. 

Hingga saat ini, Pertamina telah membangun 262 Desa Energi Berdikari yang memanfaatkan berbagai sumber energi, seperti biogas, gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

Menurutnya, implementasi SDGs melalui program tersebut tidak hanya bertujuan memperluas akses terhadap energi bersih, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat, termasuk saat menghadapi bencana. 

Oleh karena itu, pengembangan desa energi selalu disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Arya mengatakan program tersebut juga memberikan dampak pada sektor pangan.

Baca Juga: Pertamina Gandeng Boeing Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Dari total Desa Energi Berdikari yang dikembangkan, sebanyak 153 desa difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan telah menghasilkan tambahan produksi sekitar 15.000 ton dari lahan yang sebelumnya belum produktif.

Salah satu implementasi program dilakukan di Dusun Bondan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Melalui pemanfaatan panel surya, masyarakat pesisir yang sebelumnya belum menikmati akses listrik kini dapat mengoperasikan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), sehingga hasil tangkapan nelayan memiliki nilai jual lebih tinggi. 

Pertamina juga memasang sistem early warning berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Arya menegaskan, keberhasilan implementasi SDGs tidak hanya diukur dari aspek lingkungan, tetapi juga dari manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

"Sustainability itu bukan masalah menanam pohon, mendonasikan sedekah atau yang lainnya. Tidak hanya sebatas itu. Tetapi sustainability ini harus tumbuh bersama," tutup Arya. 

Baca Juga: Perkuat Akselerasi Transisi Energi, Pertamina Matangkan Infrastruktur SAF & Biosolar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×