kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.913   31,00   0,18%
  • IDX 9.063   30,63   0,34%
  • KOMPAS100 1.255   6,77   0,54%
  • LQ45 889   6,71   0,76%
  • ISSI 330   -0,05   -0,02%
  • IDX30 452   3,50   0,78%
  • IDXHIDIV20 534   4,52   0,85%
  • IDX80 140   0,64   0,46%
  • IDXV30 147   0,51   0,35%
  • IDXQ30 145   1,21   0,84%

Pertamina NRE Gandeng GCL Tiongkok Bidik Proyek Energi Bersih


Kamis, 15 Januari 2026 / 13:45 WIB
Pertamina NRE Gandeng GCL Tiongkok Bidik Proyek Energi Bersih
ILUSTRASI. Pertamina NRE Gandeng GCL Tiongkok Bidik Proyek Energi Bersih (Dok/Pertamina NRE)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperluas jejaring global dalam pengembangan energi bersih dengan meneken nota kesepahaman (MoU) bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan energi terbarukan asal Tiongkok.

Melalui kemitraan tersebut, kedua pihak membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy), energi baru dan terbarukan (EBT), serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia. Kerja sama ini sejalan dengan agenda penurunan emisi dan penguatan ketahanan energi nasional.

CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan, kolaborasi dengan GCL menjadi langkah strategis untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. Menurutnya, pengalaman global GCL dapat dikombinasikan dengan kapabilitas dan pemahaman pasar lokal yang dimiliki Pertamina.

Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng Tiongkok, Dorong Proyek Energi Bersih di Indonesia

“Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Sementara itu, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy Zhi Fei menilai Indonesia sebagai pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. Ia menyebut percepatan transisi energi di Tanah Air membuka ruang kolaborasi yang luas dengan Pertamina NRE.

Baca Juga: Produksi Listrik Pertamina NRE Tembus 6,5 Juta MWh pada Kuartal III-2025

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi,” kata Zhi Fei.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga meninjau fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL. Kunjungan ini ditujukan untuk mempelajari penerapan teknologi, pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam pengoperasian proyek energi bersih.

Baca Juga: Ini Cara Pertamina NRE Percepat Komersialisasi Energi Bersih

Selanjutnya: Jadwal dan Prediksi Racing vs Barcelona di 16 Besar Copa del Rey

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Super Hemat Terbaru sampai 21 Januari 2026, Sunlight Hemat Banyak!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×