kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.266   133,82   1,65%
  • KOMPAS100 1.166   20,62   1,80%
  • LQ45 839   9,53   1,15%
  • ISSI 295   6,69   2,32%
  • IDX30 434   3,42   0,79%
  • IDXHIDIV20 518   -0,77   -0,15%
  • IDX80 130   2,13   1,66%
  • IDXV30 142   1,03   0,73%
  • IDXQ30 140   -0,08   -0,06%

Pertamina rugi Rp 4,5 triliun karena elpiji 12 kg


Jumat, 28 Desember 2012 / 20:39 WIB
Pertamina rugi Rp 4,5 triliun karena elpiji 12 kg
ILUSTRASI. Buah jeruk termasuk salah satu makanan yang tidak boleh dimakan penderita asam lambung.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mengakui sepanjang tahun 2012 pihaknya rugi sebesar Rp 4,5 triliun karena menjual gas elpiji 12 kilogram (kg)."Tahun ini penjualan gas elpiji 12 kg, rugi US$ 470 juta. Kalikan saja dengan kurs rupiah," ujar Hanung Budya, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina saat jumpa pers di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta, Jumat (28/12).

Menurut Hanung kerugian penjualan elpiji dengan tabung 12 kg ini karena harga selama ini masih disubsidi oleh Pertamina. Harga jual gas elpiji 12 kg saat ini sebesar Rp 5.850 per kilogramnya. "Padahal harga ekonominya Rp 12.500 per kilogram," ujarnya.

Oleh karena itu, Pertamina mengusulkan kepada pemerintah kenaikan harga gas elpiji 12 kg sebesar Rp 1.500 tiap kilogramnya. "Kami maunya sih Januari tahun depan harganya bisa naik tapi belum dapat respons positif dari pemerintah," kata Hanung.

Sebagai informasi dari tiga kemasan gas elpiji, yakni 3 kg, 12 kg, dan 50 kg, hanya kemasan gas elpiji 50 kg saja yang dijual dengan harga keekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×