kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pertamina tengah jajaki akuisisi blok minyak di luar negeri


Minggu, 26 Juli 2020 / 17:59 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memasang anak tangga untuk melakukan perawatan gedung kantor pusat Pertamina di Jakarta, Selasa (21/3). Di tengah pergerakan harga minyak yang cukup volatil pada tahun lalu, PT Pertamina (Persero) masih bisa membukukan laba bersih 2016 yang telah


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca restrukturisasi, PT Pertamina (Persero) mulai melakukan sejumlah upaya demi menambah cadangan minyak dan gas bumi. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menjajaki proses akuisisi blok minyak di luar negeri.

"Kita sedang proses akuisisi blok migas luar negeri untuk tingkatkan reserve to production (RTP) dan tingkatkan produksi yang bisa dibawa ke dalam negeri," ungkap Nicke dalam diskusi virtual, Minggu (26/7).

Baca Juga: Kementerian ESDM masih terbuka menerima masukan untuk pajak batubara

Kendati demikian, Nicke belum mau merinci seputar blok yang tengah diincar. Yang terang, blok yang hendak diakuisisi Pertamina merupakan blok minyak.

Nicke menjelaskan, dengan rencana peningkatan kapasitas dan kualitas sejumlah kilang di tanah air, maka Pertamina membutuhkan tambahan crude (minyak mentah) guna mengisi feed stock kilang yang ada.

Disisi lain, Nicke menuturkan dengan aset yang dimiliki saat ini, besaran cadangan alias RTP Pertamina hanyalah berumur 7 tahun. Jika tidak dilakukan penemuan cadangan migas baru ataupun upaya akuisisi maka akan sulit meningkatkan jumlah cadangan.

Kendati demikian, Nicke bilang Pertamina belajar dari kejadian yang menimpa eks dirut Pertamina Karen Agustiawan. "Memang ada trauma karena permasalahan hukum, kita minta pendampingan tahap awal, lakukan pendekatan G to G dan juga kordinasi dengan pemerintah," ujar Nicke.

Baca Juga: Pertamina & Kimia Farma kerja sama pengolahan petrokimia jadi bahan baku farmasi

Ia pun memastikan, upaya akuisisi memang mendesak dilakukan, Perramina berharap akuisisi dapat rampung tahun ini.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×