kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.979   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Pertengahan Desember izin impor raw sugar terbit


Jumat, 12 Desember 2014 / 16:08 WIB
Kegiatan konsultasi publik ini, yang fokus pada program sosial dan konservasi, dilaksanakan pada hari Senin, 26 Juni 2023, di Merauke.


Reporter: Handoyo | Editor: Fransiska Firlana

JAKARTA. Pemerintah akan berikan alokasi impor gula mentah atau raw sugar bagi perusahaan gula rafinasi sebanyak 600.000 ton untuk periode Januari-Maret 2015. Pemberian izin tersebut adalah bagian dari alokasi impor gula mentah tahun 2015 yang diperkirakan sebanyak 2,8 juta ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan mengatakan, izin impor untuk tahap pertama tersebut akan diberikan segera setidaknya dalam pertengahan bulan Desember ini. "Kita nanti akan keluarkan nanti serentak," kata Partogi, Jumat (12/12).

Pemberian izin impor gula mentah untuk tahap pertama ini menurut Partogi sudah disetujui oleh kementerian teknis terkait yakni Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Meski tidak merinci, Partogi bilang izin impor gula tahap pertama tersebut diberikan untuk 11 perusahaan rafinasi yang saat ini beroperasi.

Asal tahu saja, produsen gula rafinasi yang beroperasi saat ini adalah PT Angel Products, PT Jawamanis Rafinasi, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Sugar Labinta, PT Duta Sugar International, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Andalan Furnindo, dan PT Medan Sugar Industri.

Untuk pemberian izin impor gula mentah tahap selanjutnya, Partogi mengatakan hal tersebut belum dapat ditentukan apakah per kuartalan, atau diberikan langsung untuk sisanya secara sekaligus. "Untuk awal tahun sekian dulu," ujar Partogi.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×