kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.775   80,16   1,41%
  • KOMPAS100 750   14,33   1,95%
  • LQ45 569   12,01   2,16%
  • ISSI 200   1,56   0,79%
  • IDX30 322   6,81   2,16%
  • IDXHIDIV20 397   7,96   2,05%
  • IDX80 85   1,66   1,99%
  • IDXV30 108   1,49   1,41%
  • IDXQ30 104   1,87   1,84%

Pertumbuhan konsumsi listrik industri melambat, target penjualan listrik PLN meleset


Minggu, 02 Februari 2020 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Kinerja PLN 2019 kurang memuaskan


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan tenaga listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tahun 2019 meleset dari target. Kendati meningkat dari tahun 2018, namun sepanjang tahun lalu PLN hanya mampu menjual listrik sebanyak 245,52 TeraWatthour (TWh).

Capaian tersebut tumbuh 4,65% dibanding realisasi tahun 2018 yang sebesar 234,61 TWh. Padahal, perusahaan setrum plat merah itu menargetkan penjualan tenaga listrik sebesar 248,8 TWh di tahun 2019 atau dengan persentase pertumbuhan 7,06% secara tahunan.

Pertumbuhan penjualan tenaga listrik tahun 2019 yang hanya 4,65% ini juga lebih mini dari pertumbuhan tahun 2018 yang mencapai 5,14%.

Baca Juga: Batalnya pencabutan subsidi listrik 900 VA-RTM berpotensi kerek beban dana kompensasi

Menurut Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipahutar, capaian tersebut tak lepas dari pertumbuhan konsumsi tenaga listrik di segmen industri yang merosot tajam sepanjang tahun 2019.

Edison mengungkapkan, jika pada tahun 2018 pertumbuhan konsumsi listrik industri mencapai 6,45% secara tahunan, pada 2019 terjadi penurunan signifikan yang hanya tumbuh 1,04% saja. Edison bilang, kondisi ini sangat berpengaruh signifikan, meskipun pertumbuhan konsumsi listrik di segmen pelanggan rumah tangga dan bisnis mengalami peningkatan.

"Jadi karena memang industri turun drastis pemakaiannya, itu sangat dominan terhadap penjualan listrik. Kan itu turunnya jauh, cukup besar dampaknya," kata Edison kepada Kontan.co.id, Minggu (2/2).




TERBARU

[X]
×