kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pertumbuhan konsumsi listrik industri melambat, target penjualan listrik PLN meleset


Minggu, 02 Februari 2020 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Kinerja PLN 2019 kurang memuaskan


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Edison mengatakan, konsumsi listrik di sektor industri memang disokong oleh sejumlah faktor, khususnya yang terkait dengan ekonomi makro. Kendati begitu, Edison menyebut bahwa PLN akan berupaya untuk mendongkrak penjualan listrik ke sektor industri, antara lain dengan mengintensifkan program diskon pemakaian listrik pada Luar waktu Beban Puncak (LWBP).

"Ada diskon 30% pada waktu jam 11 malam hingga jam 8 pagi. Nah, kita akan intensifkan program LWBP ke industri untuk mengikuti program itu," kata Edison.

Di luar segmen industri, Edison mengungkapkan PLN akan menggenjot penjualan listrik dengan semakin menggalakkan penggunaan kompor listrik induksi. "Selain itu, mobil dan motor listrik juga kita dorong, meski populasinya belum terlalu besar," sebutnya.

Baca Juga: PLN tawarkan kemitraan ke pihak swasta untuk meningkatkan jumlah SPKLU

Lebih lanjut, Edison juga menyebut PLN akan kian giat menyasar segmen pelanggan strategis seperti pabrik pengolahan dan pemurnian mineral alias smelter. "Pemain-pemain baru kita harapkan masuk hinga akhir tahun, atau lebih cepat," harapnya.

Penjualan listrik yang tak mencapai target akibat minimnya konsumsi di sektor industri ini memang sudah terprediksi. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat, pertumbuhan konsumsi listrik menjadi stagnan lantaran terjadi perlambatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Ditambah lagi di tahun politik (2019), ekspansi usaha melambat dan para pelaku usaha menunda rencana investasinya," kata Fabby.




TERBARU

[X]
×