kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pertumbuhan konsumsi listrik industri melambat, target penjualan listrik PLN meleset


Minggu, 02 Februari 2020 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Kinerja PLN 2019 kurang memuaskan


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Penjualan tenaga listrik ke pelanggan industri memang memegang porsi yang dominan. Dari realisasi penjualan listrik sebanyak 245,52 TWh sepanjang tahun 2019, segmen industri memegang porsi 32%, terbanyak kedua setelah segmen rumah tangga yang mencapai 42%. Selanjutnya adalah segmen bisnis sebanyak 19% dan segmen lainnya sebesar 7%.

Pada tahun lalu, penambahan jumlah pelanggan PLN mencapai 3.788.217 pelanggan. Sehingga, perusahaan listrik BUMN ini memiliki total 75.705.614 pelanggan hingga akhir 2019.

Dari penambahan 3.788.217 pelanggan itu, penambahan terbanyak terjadi di segmen rumah tangga dengan 93,68%, disusul segmen lainnya dengan 3,80% dan segmen bisnis 2,08%. Sementara penambahan jumlah pelanggan di segmen industri menjadi yang terkecil, yakni hanya 0,44%.

Baca Juga: Pemerintah kucurkan dana kompensasi Rp 7,45 triliun untuk PLN

Berdasar penambahan jumlah pelanggan itu, total daya tersambung listrik PLN mencapai 138.077 Mega Volt Ampere (MVA) hingga akhir 2019. Dengan penambahan yang terjadi di tahun lalu sebanyak 7.795 MVA.

Dari jumlah penambahan tersebut, 55% tambahan daya tersambung terjadi di segmen rumah tangga, 18% pada pelanggan bisnis, 17% pada pelanggan industri dan 10% pada segmen lainnya.




TERBARU

[X]
×