kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Perum Bulog butuh daging kerbau 50.000 ton


Rabu, 20 Desember 2017 / 18:15 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam mengantisipasi lebaran 2018, Perum Bulog membutuhkan sekitar 50.000 ton daging kerbau beku. Selama ini, Bulog memang mengimpor daging beku dari India untuk menstabilkan harga dan memenuhi pasokan daging di masyarakat.

Direktur Komersial Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, saat ini Bulog masih memiliki stok daging kerbau beku sebanyak 21.000 ton. Menurutnya, stok tersebut masih cukup sebagai persediaan selama Januari dan Februari. Dia bilang, rata-rata jumlah daging yang keluar dari Bulog sebanyak 5.000 ton-6.000 ton.

Untuk memenuhi kebutuhan daging tahun depan, Bulog pun sudah mengajukan rekomendasi impor sebanyak 31.000 ton untuk melanjutkan impor di tahun 2017.

Meski sudah mendapatkan persetujuan impor dari rapat koordinasi terbatas (rakortas), namun Tri mengatakan belum mengetahui kapan pemasukan daging kerbau beku akan dimulai. "Sampai sekarang masih dalam proses," ujar Tri, Rabu (20/19).

Tri pun mengatakan, Bulog selalu mengikuti penugasan pemerintah dalam melakukan impor daging kerbau beku. Namun, dia menjelaskan bahwa Bulog selalu menyiapkan 7.000 ton-10.000 ton setiap bulannya. "Meski begitu pedagang juga kan memiliki pasokan sapi lokal. Kami tidak mau mengganggu usaha mereka," terang Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×