kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Petani jagung kritik impor gandung


Kamis, 16 November 2017 / 18:24 WIB
Petani jagung kritik impor gandung


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi jagung nasional disebut telah mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Asal tahu saja, 80% hasil produksi jagung nasional dipakai pakan ternak.

"Mayoritas hasil produksi digunakan untuk pakan ternak baik pabrikan maupun layer," ujar Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin kepada Kontan.co.id, Kamis (16/11).

Produksi jagung hingga Oktober 2017 sebesar 21 juta ton. Angka tersebut dianggap telah memenuhi kebutuhan pakan ternak. Selain itu juga di berbagai daerah telah memulai panen jagung.

Sholahuddin menyayangkan impor gandum untuk bahan baku ternak. Ia menilai bahan baku pakan ternak bisa menggunakan jagung keseluruhan.

Meski produksi jagung mencukupi kebutuhan industri pakan, namun produksi jagung masih tersebar di berbagai daerah. Sholahuddin bilang industri pakan selama ini hanya mengambil dari berbagai daerah.

"Industri pakan berkumpul di daerah Jawa, Sulawesi sebagian, dan Lampung," terang Sholahuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×