kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Petani jagung kritik impor gandung


Kamis, 16 November 2017 / 18:24 WIB
Petani jagung kritik impor gandung


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi jagung nasional disebut telah mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Asal tahu saja, 80% hasil produksi jagung nasional dipakai pakan ternak.

"Mayoritas hasil produksi digunakan untuk pakan ternak baik pabrikan maupun layer," ujar Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin kepada Kontan.co.id, Kamis (16/11).

Produksi jagung hingga Oktober 2017 sebesar 21 juta ton. Angka tersebut dianggap telah memenuhi kebutuhan pakan ternak. Selain itu juga di berbagai daerah telah memulai panen jagung.

Sholahuddin menyayangkan impor gandum untuk bahan baku ternak. Ia menilai bahan baku pakan ternak bisa menggunakan jagung keseluruhan.

Meski produksi jagung mencukupi kebutuhan industri pakan, namun produksi jagung masih tersebar di berbagai daerah. Sholahuddin bilang industri pakan selama ini hanya mengambil dari berbagai daerah.

"Industri pakan berkumpul di daerah Jawa, Sulawesi sebagian, dan Lampung," terang Sholahuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×