kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

PetroChina Siapkan Enam Sumur Baru pada Tahun 2026


Sabtu, 28 Februari 2026 / 20:30 WIB
PetroChina Siapkan Enam Sumur Baru pada Tahun 2026
ILUSTRASI. Fasilitas migas PetroChina (Dok/SKK Migas)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) menyiapkan pengeboran enam sumur minyak dan gas bumi (migas) baru sepanjang 2026. Hingga awal tahun, satu sumur, yakni NEB-85, telah rampung dibor.

Senior Development Manager PetroChina Jabung Wicaksono menyampaikan pengeboran NEB-85 dimulai pada 15 Januari 2026 dan selesai pada 23 Februari 2026. Sumur tersebut telah melalui tahap uji alir dengan hasil produksi gas mencapai 3 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) serta kondensat sekitar 103 barel per hari.

Baca Juga: Sariguna Primatirta (CLEO) Targetkan Tiga Pabrik Baru Beroperasi pada 2026

Dari sisi biaya, realisasi pengeboran NEB-85 tercatat sebesar US$ 4,2 juta atau sekitar 76% dari Authorization for Expenditure (AFE) senilai US$ 5,59 juta.

“Saat ini, rig sedang lanjut ngebor di sumur NEB-79ST. Jadi, pengembangan pengeboran kami cukup baik,” ujar Wicaksono di Jakarta, Jumat malam (27/2/2026).

Ia menambahkan, pengeboran dua sumur pada kuartal I-2026 menjadi awal yang positif bagi kinerja operasi PetroChina tahun ini, mengingat hasil uji sumur menunjukkan performa yang sesuai ekspektasi.

Pengeboran enam sumur eksplorasi tersebut merupakan bagian dari komitmen PetroChina dalam mendukung perpanjangan kontrak blok migas yang dikelola perusahaan.

Selain kegiatan pengeboran, PetroChina juga merencanakan 11 aktivitas workover pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga tingkat produksi dengan biaya yang relatif efisien.

Baca Juga: Efek Domino Pemangkasan RKAB Batubara 2026: Listrik, PHK, hingga PNBP Terancam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×