kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

PGEO Siap Groundbreaking Green Data Center, Incar Microsoft


Kamis, 19 Februari 2026 / 18:53 WIB
PGEO Siap Groundbreaking Green Data Center, Incar Microsoft
ILUSTRASI. PGEO mengincar peluang keuntungan besar dari pengembangan Green Data Center bertenaga panas bumi. Potensi kerja sama dengan raksasa teknologi seperti Microsoft terbuka lebar. (Dok/PT Pertamina Geothermal Energy Tbk)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengemukakan soal potensi groundbreaking atau peletakan batu pertama atas pengembangan Green Data Center berbasis energi panas bumi.

Untuk diketahui, pada akhir Desember 2025, PGEO mengumumkan akan melakukan optimalisasi energi panas bumi di luar sektor kelistrikan. Salah satu sektor industri strategis yang jadi incaran PGEO adalah Green Data Center.

Dalam pengembangannya, PGEO telah menggandeng Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) untuk memulai kajian pengembangan.

Direktur Utama (Dirut) PGEO Ahmad Yani mengatakan, energi panas bumi (geothermal) sebagai sumber energi baseload (beban dasar) yang stabil memiliki potensi untuk memasok kebutuhan data center di dalam negeri.

Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy Memulai Studi Pengembangan Hidrogen Hijau di Indonesia

“Karena geothermal, ini kan baseload energi jadi bisa 24 jam. Kita bisa support energi listriknya,” ungkap Ahmad Yani dalam kunjungannya ke kantor Kontan, Rabu (18/02/2026).

Ia menyebut saat ini PGEO melihat partner potensial adalah perusahaan asal Amerika, Microsoft. Untuk diketahui, saat ini proyek data center Microsoft sedang berjalan aktif di Indonesia.

Tercatat, Microsoft memang telah meresmikan Indonesia Central Cloud Region (termasuk proyek JKT09 di Karawang) sebagai bagian dari investasi US$ 1,7 miliar (Rp 27 triliun) hingga 2028 untuk mendukung ekosistem AI dan cloud.

“Kita sudah menjajaki ke semua pihak. Pihak-pihak terkait dengan IDPRO, dengan partner potensial Microsoft. Misalnya, kemarin kita sudah dipertemukan di Kementerian Investasi dengan rencana kerja sama dengan Microsoft. Mudah-mudahan ini salah satu jalan masuk ke sana,” jelas dia.

Lebih lanjut, Ahmad Yani juga memastikan adanya potensi groundbreaking dari proyek Green Data Center ini.

“Mulai ke arah sana (groundbreaking). Kita sudah penjajakan,” tambahnya.

Di sisi lain, penggunaan panas bumi sebagai sumber energi di data center menurut Ahmad juga berdampak pada emisi karbon yang sangat rendah atau nol dibandingkan pusat data biasa yang bergantung pada fosil. Ini membantu perusahaan mencapai target net-zero dan mengurangi jejak lingkungan.

 

“Kita mengajak semua ke kita. Tapi kita juga harus buktikan dengan pilot-pilot project. Seperti yang sudah ongoing di Kamojang. Kita coba lakukan, baik mengait partner eksternal maupun internal,” jelasnya.

Kebutuhan data center di Indonesia, ungkap Ahmad, kini tengah memasuki fase transformasi digital yang mendorong lonjakan kebutuhan pusat data.

Berdasarkan Kementerian Komunikasi dan Digital, tren ini ditopang lebih dari 212 juta pengguna internet dengan jumlah fasilitas data center yang diperkirakan terus bertambah hingga 2029–2030.

Adapun, berdasarkan proyeksi pertumbuhan konsumsi listrik industri, sekitar 26% peningkatan kebutuhan energi didorong oleh pertumbuhan data center. Seiring hal tersebut, kapasitas data center nasional diproyeksikan naik signifikan dari 520 megawatt (MW) pada 2025 menjadi 1,8 gigawatt (GW) pada 2030.

“Hal ini membuka peluang bagi PGE untuk terlibat lebih jauh dalam sektor digital rendah karbon,” tutupnya.

Selanjutnya: BI Mempertahankan Bunga 4,75%, Bagaimana Dampaknya Untuk Pasar Saham?

Menarik Dibaca: BI Mempertahankan Bunga 4,75%, Bagaimana Dampaknya Untuk Pasar Saham?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×