kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PGN Dukung Penyediaan Energi Bersih di IKN Lewat Program Jargas Rumah Tangga


Selasa, 30 Januari 2024 / 20:49 WIB
PGN Dukung Penyediaan Energi Bersih di IKN Lewat Program Jargas Rumah Tangga
ILUSTRASI. Petugas PT PGN, Tbk menyalurkan gas bumi dalam bentuk 'Compressed Natural Gas' (gas alam yang dikompresi) menggunakan teknologi GTM (Gas Transportation Module) atau Gaslink Truck untuk menyuplai Jargas Rumah Tangga di wilayah Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2020). Pascagangguan pasokan dari Central Processing Plant (CPP) area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) ada Kamis (9/4/2020) lalu, PT PGN Tbk mengerahkan Gaslink Truck guna memastikan suplai jaringan gas di Kota Semarang dan Kabupaten Blora aman. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mendukung penyediaan energi bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN) lewat pengembangan program jaringan gas (jargas) rumah tangga. Untuk mendukung upaya ini, PGN akan berkolaborasi dengan berbagai pihak menyoal pembangunan infrastruktur gas bumi.

Direktur Sales & Operasi PT PGN Ratih Esti Prihatini mengatakan, pada tahap awal sambungan jargas disiapkan untuk 166 tower hunian ASN dan 34 rumah tapak menteri.

Ratih menyebutkan bahwa pihaknya siap menjadi bagian dari solusi pemanfaatan energi bersih di IKN serta memperluas pemanfaatan gas bumi bagi sebuah lingkungan yang makin hijau dan dampak multiplier effect untuk lingkungan serta masyarakat dapat lebih dioptimalkan. 

Baca Juga: Perusahaan Gas Negara (PGAS) Siap Masuk Perkotaan dan IKN, Simak Rekomendasi Analis

"Bagaimanapun gas bumi adalah energi fosil terbersih yang dapat menjadi solusi transisi energi bersama pemanfaatan energi bersih lainnya menuju era Energi Baru Terbarukan dan pencapaian target NZE 2060," kata Ratih dalam keterangan persnya yang diterima Kontan, Selasa (30/1).

Ratih menyebutkan, rencana pembangunan jargas akan dibangun secara bertahap. Selain rumah dinas pemerintahan, jaringan distribusi gas juga ditujukan untuk komersial, gedung pemerintahan, dan fasilitas lainnya. 

"Nantinya pipa distribusi gas bumi ditempatkan jaringan umum atau Multi Utility Tunnel. MUT sendiri akan dibangun oleh Kementerian PUPR," ucapnya.

Baca Juga: PGN Teken MoU Pasokan LNG dari Karya Mineral Jaya (KMJ)

Gas bumi akan disuplai dengan Compressed Natural Gas (CNG) yang bersumber dari Balikpapan atau Bontang di Kalimantan timur. Saat ini, PGN sudah melakukan kegiatan kontsruksi di lapangan dan ditargetkan selesai bulan Juni 2024.

Dukungan penyediaan gas bumi oleh PGN untuk IKN dilandasi oleh visi penyediaan energi bersih di IKN dan kebijakan IKN yang dicanangkan dalam UU No. 3 tahun 2022 yaitu dengan campuran gas alam dengan hydrogen sebagai sumber gas kota.

Portofolio PGN di wilayah Kalimantan Timur  akan terus dikembangkan sehingga dapat menjangkau IKN serta mendukung wilayah penyangga IKN agar pemanfaatan energi bersih semakin luas dan optimum. 

Baca Juga: Perluasan Market di Sulawesi, PGN Canangkan Pasok Gas di Kawasan Industri Mongondow

Salah satunya, PGN melalui PT Pertagas mengelola penyaluran gas secara terintegrasi meliputi Pipa Transmisi Gas Bumi Senipah-Balikpapan sepanjang 78 KM. 

Ke depan, jaringan distribusi baru  akan menghubungkan jaringan distribusi gas IKN dengan pipa Senipah-Balikpapan, sehingga penyaluran gas menjadi lebih andal.  

Pengembangan lain yang dilakukan oleh PGN yaitu mengenai infrastruktur CNG dan LNG untuk retail untuk menyalurkan gas ke wilayah Kalimantan Timur. 

"PGN siap untuk mendukung penyediaan gas bumi yang andal dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Timur, serta senantiasa bersinergi dengan otoritas IKN bersama stakeholder lain dalam merencanakan dan mengembangkan energi bersih gas bumi di IKN," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×