kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

PGN melalui anak usahanya suplai listrik dan pendingin untuk Perinus


Kamis, 06 Desember 2018 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. Gaslinktruck PGN


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Widar Mandripa Nusantara, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meneken kerjasama strategis dengan PT Perusahaan Perikanan Nusantara atau Perinus sebagai mitra strategis pengembangan cold chain.

Melalui kerjasama dengan Perinus, Widar yang bergerak di bidang jasa ketenagalistrikkan berupaya menyokong kemajuan industri perikanan nasional. “Dengan kerjasama ini pun menunjukkan adanya sinergi BUMN,” kata Direktur Utama Widar Mandripa, Rizal Wibisono dalam siaran pers pada Kamis (6/12).

Penandatanganan notakesepahaman dilakukan oleh Direktur Keuangan, Umum dan SDM Perinus, Ridwan Zachrie dan Direktur Utama Widar Mandripa Nusantara, Rizal Wibisono. Dalam kerangka kerjasama, Widar berkomitmen menyediakan energi listrik dan pendingin.

Pasokan itu akan memanfaatkan aplikasi Co/Tri-Generation yang menjamin tingkat efisiensi tinggi. Ridwan mengungkapkan pasokan energi listrik dari Widar berupa konversi dari gas alam cair. “Itu untuk fasilitas atau sarana produksi milik Perinus di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur,” tambahnya.

Untuk wilayah Indonesia Tengah, lanjut Ridwan, meliputi Gorontalo, Bitung, Talaud. Sedangkan di Indonesia Timur meliputi Bacan, Sorong, Ambon. “Dengan pasokan energi listrik dan pendingin yang efisien dari Widar, ongkos operasional Perinus tentunya akan terpangkas, sehingga kian kompetitif,” ujar Rizal.

Ke depan, realisasi kerjasama akan melalui tahap kajian lapangan terlebih dulu. Pengkajian tersebut meliputi unit usaha di Talaud yang telah dikelola Perinus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×