kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

75 Tahun Hubungan RI-Swiss, Givaudan Pertegas Dominasi Lewat Investasi Strategis


Sabtu, 04 Juli 2026 / 15:00 WIB
75 Tahun Hubungan RI-Swiss, Givaudan Pertegas Dominasi Lewat Investasi Strategis
ILUSTRASI. Givaudan melihat peluang besar di Indonesia. (Givaudan/Yuwono Triatmodjo)


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merayakan 75 tahun hubungan perdagangan bilateral antara Swiss dan Indonesia, Givaudan, pemimpin global di industri wewangian dan rasa, mengumumkan penguatan komitmen investasinya di tanah air.

Dengan total investasi yang telah melampaui 100 juta Franc Swiss (CHF), setara Rp 2,24 triliun, sejak tahun 1968, perusahaan asal Swiss ini kini memfokuskan ekspansinya pada inovasi teknologi dan pemberdayaan sumber daya lokal.

Pilar utama dari ekspansi ini ditandai dengan pembukaan fasilitas Taste & Wellbeing di Cikarang senilai 50 juta CHF. Fasilitas ini dirancang untuk menggabungkan teknologi mutakhir dengan keahlian lokal demi melayani pasar Indonesia yang merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

"Inovasi adalah jantung dari kesuksesan Givaudan. Kami mengalokasikan sekitar 8% dari penjualan tahunan kami untuk penelitian dan pengembangan," tulis manajemen Givaudan, dalam jawaban tertulis yang diterima Grup Media Kompas, Jumat (3/6/2026).

Baca Juga: Mou Hilirisasi Indonesia-Swiss: Pemberdayaan SDA, Teknologi dan Pendanaan

Selain fasilitas di Cikarang, Givaudan juga memperluas jangkauan kreatifnya dengan meresmikan fasilitas creative center terbarunya yang bernama ‘10 Capital’ di Jakarta, pada tahun 2026 ini.

Pusat kreatif wewangian ini mempertemukan tim consumer products dan fine fragrance untuk berkolaborasi langsung dengan merek-merek lokal, dalam merancang desain aroma yang relevan dengan preferensi konsumen regional.

Ekspansi ini tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang standar keberlanjutan yang ketat. Fasilitas baru di Cikarang telah mengintegrasikan tenaga surya, pemanenan air hujan, dan sistem hemat energi.

Di tingkat hulu, Givaudan melalui program Sourcing4Good merangkul 506 petani nilam, tumbuhan penghasil minyak atsiri, di Sulawesi, untuk memastikan keberlanjutan rantai pasok. Upaya ini telah membuahkan verifikasi UEBT (Union for Ethical BioTrade), sourcing with respect bagi rantai pasok nilam mereka di Sulawesi.

Baca Juga: Pemerintah Cari Investor Swasta dan MDB untuk Biayai Giant Sea Wall Jakarta

Givaudan juga memanfaatkan transformasi digital melalui platform perfume.id untuk menghubungkan kreativitas Indonesia dengan keahlian global perusahaan.

Integrasi ini diharapkan dapat mendorong inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal.

Langkah strategis ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil memposisikan diri bukan hanya sebagai penyedia bahan baku alami, tetapi sebagai mitra global yang andal dan bertanggung jawab dalam industri rasa dan wewangian dunia.

Perjalanan Givaudan di Indonesia menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi internasional dapat memacu inovasi berkelanjutan selama lebih dari tujuh dekade.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×