Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjalin kerja sama bisnis. Sinergi kedua sub holding Pertamina ini tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk pembangunan, pemanfaatan infrastruktur, dan moda pengangkutan maritim untuk produk terkait bahan bakar rendah karbon.
Kerja sama ini meliputi penyediaan angkutan untuk kargo Liquefied Natural Gas (LNG), ammonia, hidrogen, dan lainnya. MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pada Jumat (10/4) pekan lalu.
Surya mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar subholding Pertamina Group, sekaligus mendorong penguatan armada dan diversifikasi kargo guna mendukung ketahanan energi nasional. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat peran Pertamina Group sebagai penyedia solusi energi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Harga Batubara Acuan Periode April 2026 Naik, Alamtri (ADRO) Fokus Jaga Efisiensi
"Dengan rencana memiliki infrastruktur transportasi gas, termasuk untuk floating (terapung), kita coba kaji opsi investasi, supaya dalam jangka panjang tidak terlalu terekspos risiko fluktuasi harga pasar. Ini untuk sama-sama menciptakan value yang optimal bagi Pertamina," kata Surya dalam rilis yang disiarkan pada Kamis (16/4/2026).
Arief menambahkan MoU ini merupakan pengembangan dari kerjasama PIS dan PGN yang telah berjalan sebelumnya. Sejak tahun 2024, PIS telah mengangkut sebanyak 17 kali angkutan LNG untuk PGN ke Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung & Jawa Barat, serta Terminal Arun dengan skema spot charter.
"Kerja sama yang terjalin kita eskalasi, yang pada prinsipnya mencakup pengembangan kepemilikan, pembangunan, pengelolaan sektor midstream hingga downstream gas, sehingga Pertamina Group memiliki infrastruktur yang matang dan menyiapkan Indonesia di era LNG. Ke depan, porsi LNG akan semakin besar, sehingga perlu infrastruktur tambahan," ungkap Arief.
Kerja sama PIS dan PGN ke depan mencakup pengembangan pengangkutan, penguatan armada, serta peluang pada komoditas energi rendah karbon seperti LNG, amonia dan hidrogen beserta infrastruktur pendukungnya. Sinergi ini akan ditindaklanjuti melalui pembentukan tim kerja untuk menjajaki proyek konkret dan skema kerja sama jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Hidrogen
- infrastruktur gas
- FSRU Lampung
- FSRU Jawa Barat
- LNG
- Ketahanan Energi Nasional
- Investasi Infrastruktur
- Amonia
- energi rendah karbon
- Subholding Pertamina
- PIS Pertamina International Shipping
- PGN Perusahaan Gas Negara
- Kerja sama PIS PGN
- Transportasi maritim
- Penguatan armada
- Midstream gas
- Downstream gas
- Terminal Arun













