kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Siklus Percepat Ekspansi B2B Lewat IoT, Bidik Efisiensi dan Pasar US$ 1,75 Miliar


Kamis, 16 April 2026 / 16:45 WIB
Siklus Percepat Ekspansi B2B Lewat IoT, Bidik Efisiensi dan Pasar US$ 1,75 Miliar
Perusahaan ritel dan e-commerce berkelanjutan asal Indonesia, Siklus, bermitra dengan Snap Clean unt (Siklus/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan ritel dan e-commerce berkelanjutan asal Indonesia yaitu Siklus mempercepat ekspansi bisnis B2B pada 2026 dengan mengandalkan teknologi dispensing berbasis Internet of Things (IoT) serta kemitraan strategis. 

Langkah ini menjadi kelanjutan dari penetrasi awal perusahaan ke segmen komersial sejak 2024.

Ekspansi tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Snap Clean dalam menghadirkan solusi dispensing IoT bagi pelaku usaha. 

Tahap awal implementasi menyasar sektor rumah sakit, fasilitas medis, bisnis makanan dan minuman, hingga hotel dan resor, dengan fokus pada peningkatan kontrol penggunaan produk serta efisiensi distribusi.

Baca Juga: Bidik Pangsa Pasar Global, J&T Express Hadir di Trade Expo Indonesia 2025

Secara global, teknologi dispensing berbasis IoT mulai digunakan untuk meningkatkan visibilitas penggunaan, mengoptimalkan rantai pasok, dan mendorong model konsumsi berbasis isi ulang. 

Di Indonesia, tren ini ikut berkembang seiring lonjakan jumlah perangkat IoT yang telah melampaui 150 juta unit pada 2023.

Di tengah keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah dan dorongan kebijakan seperti TKDN serta ekonomi sirkular, pelaku industri mulai mencari model distribusi yang lebih terukur. 

Kondisi ini membuka ruang bagi sistem isi ulang dengan kontrol penggunaan yang lebih presisi.

Siklus menawarkan model bisnis berbasis langganan yang mengombinasikan produk pembersih dalam kemasan besar dengan mesin dispensing pintar. Skema ini dirancang untuk menekan kebutuhan investasi awal bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Baca Juga: Bidik Pendapatan Rp 200 Miliar, Jasnita Telekomindo (JAST) Genjot Ekspansi AI–IoT

Model tersebut juga menjawab berbagai tantangan umum di sektor layanan, seperti penggunaan berlebih, kebocoran, hingga minimnya kontrol distribusi. Melalui integrasi IoT, perusahaan memungkinkan pemantauan penggunaan secara real-time, sehingga operasional menjadi lebih transparan dan terukur.

Co-Founder Siklus, Laksamana Sakti, mengatakan pendekatan ini mengatasi celah dalam sistem distribusi konvensional. “Pendekatan distribusi konvensional masih menyisakan celah inefisiensi karena minimnya kontrol penggunaan,” ujarnya.

Dari sisi pasar, peluang yang dibidik tergolong besar. Mengacu pada data Statista, nilai pasar homecare B2B di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$ 1,75 miliar, dengan tren adopsi produk berkelanjutan dan reusable yang terus meningkat di berbagai sektor layanan.

Untuk memperkuat ekspansi, Siklus menunjuk Dicky Sukarmadji sebagai Chief Commercial Officer. Ia sebelumnya terlibat dalam pengembangan awal operasional perusahaan serta menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan besar.

Dicky menilai posisi Siklus saat ini cukup kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. “Siklus berhasil melakukan pivot ke B2B, membangun kemitraan strategis, dan kini berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” katanya.

Baca Juga: Pelayaran Nelly Dwi Putri (NELY) Tetap Bidik Laba Rp 100 miliar Hingga Akhir 2025

Ia menambahkan, pendekatan berbasis sistem menjadi kunci efisiensi ke depan. “Melalui pendekatan berbasis dispensing dan pemantauan penggunaan, efisiensi dapat dibangun langsung ke dalam model distribusi,” ujarnya.

Ke depan, Siklus menargetkan ekspansi ke luar Pulau Jawa dengan memperluas jaringan dispensing berbasis IoT. Perusahaan juga berencana memperkuat kapasitas produksi dan infrastruktur rantai pasok guna mendukung skala layanan.

Untuk mempercepat pertumbuhan tersebut, Siklus membuka peluang kolaborasi dengan investor dan mitra strategis yang memiliki fokus pada pengembangan solusi bisnis berkelanjutan dan efisien di sektor komersial Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×