Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta berdampak pada pembatalan reservasi di sejumlah hotel dan restoran, khususnya di kawasan pusat kota.
“Bicara pembatalan ya betul, terutama yang di area Jakarta Pusat. Mulai dari Thamrin, Sudirman, sampai Senayan, banyak yang batal,” kata Hariyadi kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).
Hariyadi menjelaskan, pembatalan reservasi baru terjadi sejak hari ini, setelah situasi demo memanas akibat jatuhnya korban jiwa dalam aksi masyarakat di depan Gedung DPR pada Kamis (28/8/2025).
“Kalau kemarin-kemarin masih aman. Baru hari ini yang banyak batal,” ujarnya.
Baca Juga: PHRI Minta Dilibatkan dalam Revisi UU Hak Cipta: Kami Pihak yang Berkepentingan
Menurutnya, pembatalan reservasi terjadi bukan hanya karena kekhawatiran akan keamanan, melainkan juga akibat akses menuju lokasi yang sulit akibat kemacetan.
“Lumayan banyak pembatalan. Orang jadi repot karena akses jalan macet dan sulit pulang,” jelasnya.
Meski demikian, Hariyadi memastikan hotel dan restoran tetap beroperasi normal.
“Semua masih buka seperti biasa. Belum sampai tutup. Tapi kalau situasi ke depan semakin tidak kondusif, tentu ada potensi penutupan sementara,”tegasnya.
Ia menambahkan, dampak terbesar dirasakan sektor restoran yang sangat sensitif terhadap kondisi eksternal.
“Di restoran hujan saja bisa mengurangi jumlah tamu, apalagi kalau ada demo besar. Jadi pengaruhnya jelas terasa,” katanya.
Hariyadi menegaskan, hingga kini dampak demonstrasi masih terlokalisir di Jakarta Pusat, sementara wilayah lain relatif aman.
“Yang bermasalah Jakarta Pusat dan sebagian Jakarta Timur. Di Jakarta Barat, Selatan, dan Utara masih normal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap situasi segera mereda agar dunia usaha tidak semakin terdampak.
“Kami berharap pemerintah dan aparat bisa menjaga kondisi agar tetap kondusif. Kalau terus berlarut, tentu akan merugikan pelaku usaha perhotelan dan restoran,” tutup Hariyadi.
Baca Juga: Demo Masih Terus Berlangsung, Kadin Jakarta: Pengusaha Takut Membuka Usaha
Selanjutnya: Data Ekspor Kopi Indonesia Tahun 2024 Menurut BPS, Cek Daftar Negara Tujuan
Menarik Dibaca: Glidden Umumkan Warna Cat Tahun 2026, Warm Mahogany Jadi Simbol Tradisi Modern
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News