kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

PHRI Minta Pemerintah Kaji Ulang Wacana Moratorium Pembangunan Hotel di Bali


Rabu, 09 Oktober 2024 / 17:49 WIB
PHRI Minta Pemerintah Kaji Ulang Wacana Moratorium Pembangunan Hotel di Bali
ILUSTRASI. Berlokasi di tepi pantai Semawang, Sanur, Bali yang menawan, InterContinental Sanur Resort hadir kembali menyapa publik setelah melalui proses renovasi suite dan villa selama setahun. PHRI meminta pemerintah kaji wacana moratorium pembangunan hotel baru di wilayah Bali, terutama di Bali Selatan.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

Maulana juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan sektor pariwisata Bali dalam menghadapi era otonomi daerah ini. 

“Bali adalah destinasi wisata yang populer, namun kita jarang membicarakan soal keberlanjutannya. Padahal, pengelolaan yang baik dan pemerataan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata bisa membantu Bali berkembang lebih seimbang,” ujarnya.

Di tengah wacana moratorium, Maulana tetap optimis bahwa Bali masih memiliki prospek besar bagi pengembangan usaha hotel. 

Baca Juga: Pemerintah Moratorium Pembangunan Hotel, Vila, dan Kelab Malam Baru di Bali

“Bali masih sangat prospektif, terutama jika kita berbicara soal quality tourism. Namun, perlu diingat bahwa kita harus menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi wisata dan tidak menjadikannya kota metropolitan,” tutup Maulana.

PHRI berharap, jika moratorium diberlakukan, kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan prinsip otonomi daerah dan tetap memperhatikan pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata di seluruh Bali, bukan hanya di wilayah tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×