kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.882   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.995   60,15   0,76%
  • KOMPAS100 1.128   11,02   0,99%
  • LQ45 818   2,35   0,29%
  • ISSI 282   4,49   1,62%
  • IDX30 426   -0,37   -0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -3,30   -0,64%
  • IDX80 126   0,89   0,71%
  • IDXV30 139   0,12   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

Pinsar Dukung Langkah Pemerintah Perkuat Peternak UMKM


Sabtu, 05 Juli 2025 / 17:33 WIB
Pinsar Dukung Langkah Pemerintah Perkuat Peternak UMKM
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj. PINSAR menyatakan mendukung langkah Pemerintah untuk membangun kedaulatan pangan dengan memperkuat peternak UMKM.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum DPP Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Singgih Januratmoko mendukung langkah Pemerintah untuk membangun kedaulatan pangan dengan memperkuat peternak UMKM. 

Dengan memperkuat peternak UMKM dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan ekonomi di tingkat masyarakat paling bawah. 

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) atas komitmen dan kinerja luar biasa dalam membangun kolaborasi erat bersama PINSAR,” ungkap Singgih, dalam siaras pers, Sabtu (5/7). 

Baca Juga: HAP Ayam Hidup di Tingkat Peternak Rp 18.000 Buat Peternak Tidak Lagi Merugi

Singgih menilai, langkah tegas pemerintah itu terlihat setelah PINSAR mengikuti rapat koordinasi yang digelar pada 18 Juni 2025. 

Pada rapat tersebut, seluruh pemangku kepentingan menyepakati langkah strategis untuk memperkuat peran peternak rakyat dan pelaku UMKM di rantai pasok perunggasan. 

Hasil dari kerja kolektif ini sudah terlihat nyata, dengan tercapainya stabilisasi harga ayam hidup (Live Bird) di tingkat peternak, khususnya di wilayah Pulau Jawa, pada kisaran Rp18.000 per kilogram hingga saat ini.

"Stabilitas harga ini menjadi angin segar bagi para peternak kecil dan UMKM, yang selama ini menghadapi tekanan berat akibat fluktuasi harga pasar. Kami berkomitmen untuk terus mengawal dan menjaga situasi ini agar dapat terbentuk jaminan keberlangsungan usaha bagi peternak rakyat secara berkelanjutan," ujar Singgih.

Singgih menegaskan, langkah pemerintah tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung “8 Misi Asta Cita”, khususnya poin kedua, yaitu mewujudkan kemandirian dalam bidang pangan. 

Dengan memperkuat ketahanan peternakan nasional, memberdayakan peternak mandiri dan UMKM, serta menciptakan ekosistem peternakan yang mandiri dan berkeadilan, Singgih optimistis swasembada dapat tercapai demi kedaulatan pangan Indonesia.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Badan Pangan Nasional (BAPANAS), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Pangan (Kemenko Pangan), dan Komisi IV DPR RI. 

"Kami percaya, sinergi lintas sektor yang solid akan membawa sektor perunggasan nasional ke arah yang lebih adil, mandiri, dan berdaya saing, serta menjadi pilar penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan," tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, PINSAR Indonesia akan terus memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kebijakan dan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya melalui Ditjen PKH. 

Baca Juga: HAP Ayam Hidup Ditetapkan Rp 18.000 per Kg, Ini Kata Peternak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×