kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

PKPK andalkan jasa konstruksi dan land clearing


Jumat, 12 Agustus 2016 / 11:23 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Hingga akhir tahun nanti, jasa konstruksi dan land clearing masih menjadi sumber pendapatan utama dari PT Perdana Karya Perkasa Tbk. Industri minyak dan gas (migas) yang lesu berkepanjangan membuat mereka tak bisa berbuat banyak.

Merunut laporan keuangan Perdana Karya, penghasilan jasa konstruksi dan land clearing mendominasi pendapatan sejak tahun 2014. Padahal, perusahaan berkode PKPK di Bursa Efek Indonesia tersebut sejatinya juga memiliki dua lini bisnis lain, yaitu pertambangan batubara dan penyewaan alat berat.

Meski nyaris tak bisa bergerak, Perdana Karya tetap berupaya mengulik pekerjaan. "Kontrak lama yang dari tahun lalu US$ 4 juta dan Santos kami dapat tahun ini senilai US$ 3,2 juta," ujar Untung Haryono, Direktur Administrasi dan Keuangan PT Perdana Karya Perkasa Tbk kepada KONTAN, Senin (8/8).

Perdana Karya juga mengencangkan ikat pinggang demi menekan pengeluaran. Optimalisasi penggunaan aset menjadi pilihan mereka. Dalam mengerjakan kontrak, Perdana Karya lebih mengutamakan penggunaan peralatan milik sendiri ketimbang menyewa dari pihak ketiga.

Sambil melanjutkan strategi internal, terbersit dalam benak Perdana Karya mencari peluang bisnis baru. "Kemarin memang sempat ada beberapa yang datang masih penjajakan saja tapi bukan untuk power plant," kata Untung.

Sebagai gambaran, pendapatan usaha Perdana Karya turun lebih dari 30 kali lipat menjadi Rp 556,88 juta pada semester I-2016. Sejalan dengan itu, rugi mereka pada semester I-2016 juga turun 80,45% menjadi Rp 4,99 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×