kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.902   32,00   0,18%
  • IDX 5.686   -135,24   -2,32%
  • KOMPAS100 734   -18,12   -2,41%
  • LQ45 560   -13,44   -2,35%
  • ISSI 197   -4,32   -2,15%
  • IDX30 318   -7,06   -2,17%
  • IDXHIDIV20 393   -8,51   -2,12%
  • IDX80 84   -2,00   -2,34%
  • IDXV30 107   -1,64   -1,52%
  • IDXQ30 103   -2,09   -1,99%

PLN buka tender PLTG di Gorontalo 100 MW


Senin, 23 Februari 2015 / 10:53 WIB
ILUSTRASI. Berikut Rekomendasi Teknikal Saham MPMX, ELSA dan PANI Hari Ini, Jumat (8/9)


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelar tender engineering, procurement and construction (EPC) untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Gorontalo. Pembangkit yang memiliki kapasitas total 100 Megawatt (MW) itu dirancang bisa menggunakan dua bahan bakar, yaitu gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

 Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Dan Gas PLN Soerjadi Mardjuki bilang, sebenarnya, PLN hanya ingin membangun PLTG saja di Gorontalo. Tetapi, lantaran pasokan gas belum pasti, pembangkit itu juga bisa memakai solar. "Proyek ini untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik," ujar dia ke KONTAN, Minggu (22/2).

Selain melakukan pekerjaan EPC untuk PLTG, pemenang tender juga harus menyediakan vessel dan storage atau penyimpanan LNG dan fasilitas regasifikasi. Pasalnya, kebutuhan gas sebanyak 10 mmscfd  untuk PLTG Gorontalo akan diambil dari kilang LNG Sengkang. "Namun, jika LNG Sengkang belum siap akan diambil dari kilang LNG Bontang," urai Soerjadi.

Meski mengaku tidak tahu besaran nilai proyek PLTG  di Gorontalo itu, Soerjadi menyatakan, dana untuk proyek itu diambil dari anggaran internal PLN. Segera setelah pemenang tender ditentukan, kontraktor harus menyelesaikan pekerjaan selama 6 bulan. Sebab, PLN ingin dua proyek itu bisa beroperasi 25 Desember 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×