kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

PLN keberatan atas kenaikan harga gas PGN


Kamis, 17 Mei 2012 / 22:18 WIB
ILUSTRASI. Ini dia asal-usul tradisi mudik setiap Lebaran datang di Indonesia.


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengaku keberatan atas kenaikan harga gas menjadi US$ 10,2 per juta british thermal unit (mmbtu) yang diterapkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Harga tersebut dinilai terlalu tinggi.

Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki menilai, harga gas untuk kelistrikan seharusnya dibedakan dengan industri. Pasalnya, kenaikan harga gas tersebut juga akan meningkatkan beban subsidi listrik. “Karena itu kita akan minta harga khusus gas untuk listrik,” ujar dia, Rabu (16/5).

Menurut PLN, harga has yang dialirkan melewati pipa South Sumatra West Java (SSWJ) milik PGN harusnya memakai skema terbuka (open acces).

“Saat inipun sejumlah produsen sudah mengalirkan gas melewati SSWJ,” terangnya. Beberapa perusahaan yang memanfaatkan pipa PGN tersebut adalah ConocoPhilips dan Joint Operation Body Talisman Jambi Merang. “Sehingga, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi lah yang harus menetapkan biaya (toll fee) bagi gas yang melalui pipa tersebut,” ungkapnya.

Dengan skema tersebut, PLN menghitung seharusnya harga gas bisa lebih murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×