kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PO SAN Luncurkan 4 Unit Bus Terbaru dan Upgrade Aplikasi Pemesanan Tiket


Selasa, 04 Oktober 2022 / 18:50 WIB
PO SAN Luncurkan 4 Unit Bus Terbaru dan Upgrade Aplikasi Pemesanan Tiket
ILUSTRASI. Peluncuran unit bus terbaru PO SAN.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring meredanya pandemi Covid-19, industri transportasi darat kembali menggeliat. Manajemen Perusahaan Otobus (PO) Siliwangi Antar Nusa (SAN) pun membuat terobosan dengan meluncurkan empat bus terbaru dan pemutakhiran layanan berbasis digitalisasi melalui aplikasi Buzzit.

Direktur Utama PO SAN Kurnia Lesani Adnan mengatakan, terobosan ini merupakan bagian transformasi PO SAN di era modernisasi transportasi darat melalui digitalisasi. Transformasi terus dilakukan pelaku industri untuk mengatasi sejumlah tantangan dan kendala akibat pandemi. Transformasi ini dilakukan sejalan dengan tagline PO SAN yakni "Transport With Care".

Menurut dia, segala terobosan dan upaya kreatif untuk mengatasi kendala di industri transportasi darat tidak akan bisa dilakukan apabila tidak ada dukungan dari ekosistem transportasi darat.

"PO SAN bergerak maju dengan melakukan transformasi dengan digitalisasi. Kami optimis bisnis ini terus bertumbuh positif apabila selalu didukung oleh ekosistem transportasi darat yang bagus,” kata sosok yang biasa dipanggil Sani dalam siaran pers yang diterima Kontan, Selasa (4/10).

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pengusaha Bus Mengerek Harga Tiket Hingga 35%

Transformasi teknologi PO SAN ini diwujudkan dengan kehadiran 4 unit bus terbaru yang akan mengisi kelas Eksekutif dengan rute Pekanbaru – Blitar. Bus baru ini menggunakan sasis Scania K360 IB Opticruise.

PO SAN juga melakukan peningkatan atau upgrade aplikasi layanan pemesanan tiket online yang bernama Buzzit. Keberhasilan transformasi ini tercapai mengingat PO SAN memperoleh dukungan dari ekosistem bisnis transportasi darat lainnya, seperti Karoseri Laksana, United Tractors untuk sasis bus Scania, pelumas Mobil DelvacTM, pendingin udara SONGZ, kursi AMG, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang membiayai bus-bus terbaru ini.

Dari sisi regulasi, dukungan pemerintah juga membuka peluang dan kesempatan agar pelaku usaha bisa terus berkembang.

“PO SAN juga berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Darat yang telah membantu dan mendukung industri transportasi darat secara umum melalui kebijakan-kebijakannya,” tambah Sani.

Salah satu kebijakan yang sangat membantu adalah regulasi yang mewajibkan PO bus menggunakan sistem pemesanan tiket secara daring dan GPS on tracking saat pengajuan registrasi lisensi dan perpanjangan trayek.

Dengan regulasi ini maka kompetisi antar sesama operator menjadi lebih sehat secara bisnis dan juga mendorong masyarakat mulai memahami dan menggunakan teknologi untuk reservasi digital. Lebih lanjut, operator darat menjadi setara dan pertumbuhan digitalisasi di transportasi darat semakin cepat.

“Untuk kedepannya, kami berharap Kemenhub sebagai kementerian teknis yang membina operator transportasi darat dapat membantu menyosialisasi dan mengedukasi masyarakat agar mereka memahami manfaat digitalisasi di transportasi darat,” ujar Sani.

Baca Juga: Lakukan Penyesuaian, Ini Besaran Harga Tiket Terbaru Bus Damri Rute Jakarta- Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×