kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pollux-PTPP bangun proyek Pollux Technopolis Karawang senilai Rp 3,5 triliun


Senin, 10 Februari 2020 / 13:33 WIB
Pollux-PTPP bangun proyek Pollux Technopolis Karawang senilai Rp 3,5 triliun
Pollux tunjuk PTPP bangun proyek Pollux Technopolis

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pollux Lito Karawang resmi menunjuk PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sebagai kontraktor utama untuk membangun proyek Pollux Technopolis yang merupakan proyek properti multifungsi terbesar di pusat Kota Karawang.

Pollux Lito Karawang merupakan perusahaan joint venture antara Pollux Properti Indonesia dan Lito Group. Adapun nilai kontrak pengerjaan proyek Pollux Technopolis tersebut mencapai Rp 3,5 triliun dan telah diteken pada 7 Februari 2020 lalu. 

Baca Juga: Bursa Bergejolak, Ada Potensi Cuan dari Saham Oversold

Pollux Properti Indonesia adalah salah satu pengembang yang cukup selektif dalam memilih perusahaan konstruksi sebagai mitra kerja. Karena itu, pemilihan kontraktor menjadi suatu hal yang penting. 

Managing Director Pollux Properti Group, RM. Suryo Atmanto mengatakan, penunjukan PTPP sebagai kontraktor utama hari ini merupakan komitmen Pollux Properti Group untuk membangun dan mewujudkan proyek yang berkualitas demi menjaga kepuasan konsumen.

"Selain sarat pengalaman, standar pekerjaan berkualitas internasional menjadi pertimbangan utama bagi kami untuk memilih kontraktor,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (10/2). 

Baca Juga: Ini 10 saham oversold dengan fundamental solid

Anton Satyo Hendriatmo Direktur Operasi 1 PTPp mengatakan, kontrak pengerjaan proyek Pollux Technopolis yang meliputi 26 tower apartemen dan 368 unit ruko serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

"Perseroan merasa bangga telah dipercaya oleh Pollux Lito Karawang untuk mengerjakan pembangunan proyek Pollux Technopolis. Adapun, pembangunan Proyek yang berlokasi di Jalan Internasional Kecamatan Teluk Jambe Karawang, Jawa Barat ini akan dilakukan secara bertahap," ujar Anton.




TERBARU

Close [X]
×