Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
Selain aspek lingkungan, Polytama juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program inovasi sosial Re-Di (Recycle by Difabel) dengan tema Waste for Empowerment: Melewati Batas Ketidakmungkinan.
Program ini mendorong transformasi pengelolaan sampah menjadi sistem terpadu yang memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.
Melalui program ini, limbah produksi diolah menjadi berbagai produk inovatif seperti kaki palsu Polystep yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia serta furnitur daur ulang Daurniture.
Program ini juga didukung pendekatan Sate Lebah (Strategi Tepat Pengelolaan Limbah) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di wilayah Indramayu.
Dampak program Re-Di tercatat signifikan, dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas, atlet paralimpik, siswa Sekolah Dasar SEHATI, ibu rumah tangga eks pekerja migran, hingga kelompok rentan bencana.
Baca Juga: Airlangga Dorong Grab Bangun Data Center di Indonesia untuk Perkuat AI
Program ini juga menciptakan nilai Social Return on Investment (SROI), yang menunjukkan bahwa setiap investasi sosial yang dilakukan mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Salah satu penerima manfaat, Suprayitno mengungkapkan perubahan nyata yang dirasakannya.
“Kami terbiasa terasing dan tidak terlihat, tetapi kami tidak bisa diam. Batas ketidakmungkinan kami lewati, dan kini kami sudah berdaya serta mampu memberdayakan sesama,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, Polytama berencana memperluas penerapan material ramah lingkungan melalui kolaborasi dengan mitra eksternal.
Perusahaan juga menyiapkan strategi keberlanjutan jangka panjang berbasis pendekatan LCA dan prinsip ekonomi sirkular.
Raihan PROPER Emas keenam ini menjadi bukti bahwa konsistensi Polytama dalam menjalankan bisnis berkelanjutan tidak hanya menghasilkan pengakuan, tetapi juga menciptakan dampak nyata dan terukur bagi lingkungan serta masyarakat, sekaligus menjawab tantangan standar keberlanjutan yang semakin tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













