Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Polytama Propindo (Polytama) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis berkelanjutan dengan meraih penghargaan PROPER Emas Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq kepada Presiden Direktur Polytama Permono Avianto pada Selasa (7/4/2026) di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Raihan ini menjadi yang keenam kalinya secara berturut-turut bagi Polytama.
Baca Juga: Anggaran PU Dipangkas Rp12,71 Triliun, Ekonom: Dampak Infrastruktur Minim ke Ekonomi
Capaian ini semakin signifikan mengingat standar penilaian PROPER yang semakin ketat. Jumlah perusahaan penerima PROPER Emas tahun ini tercatat hanya 39 perusahaan, turun dari 85 perusahaan pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, Polytama mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan unggulan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Polytama Dwinanto Kurniawan menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial ke dalam operasional bisnis.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi telah menjadi bagian dari cara kami menjalankan bisnis, dengan memastikan setiap proses memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya melalui keterangan resmi.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan LPG Aman, Cadangan di atas 10 Hari
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program eko-inovasi Bahan Plastik Jadi Paving atau “BATIK JAVING” yang mengusung pendekatan waste-to-resource.
Program ini memanfaatkan limbah hasil samping produksi serta cacahan plastik bekas kemasan polipropilena (PP) sebagai substitusi pasir, yang kemudian dikombinasikan dengan semen untuk menghasilkan paving block.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh masyarakat skala kecil.
Implementasinya terbukti mampu menurunkan emisi gas rumah kaca, mengurangi ketergantungan pada pengelolaan limbah pihak ketiga, serta menekan total volume limbah.
Dari sisi dampak lingkungan, hasil kajian Life Cycle Assessment (LCA) eko-inovasi 2025 menunjukkan adanya penurunan pada 14 kategori dampak lingkungan, termasuk potensi pemanasan global, penipisan ozon, hujan asam, eutrofikasi, jejak air (water footprint), hingga perubahan penggunaan lahan.
Baca Juga: Percepat Program Perumahan Rakyat, Menteri PKP Siapkan 10 Kota Baru













