kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Porsi Pengguna Paket Rollover 3%-5%, Operator Seluler Akan Kembangkan Layanan?


Rabu, 01 Juli 2026 / 19:17 WIB
Porsi Pengguna Paket Rollover 3%-5%, Operator Seluler Akan Kembangkan Layanan?
ILUSTRASI. Operator seluler termasuk Telkomsel, XLSmart, dan Indosat mencermati rencana pengembangan layanan rollover atau akumulasi kuota.(KONTAN/Baihaki)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengatakan saat ini perusahaan operator seluler termasuk Telkomsel, XLSmart, dan Indosat mencermati rencana pengembangan layanan rollover atau akumulasi kuota.

Sebagai informasi, layanan rollover atau akumulasi kuota memungkinkan pelanggan menggunakan kembali sisa kuota internet yang tidak terpakai pada periode sebelumnya, sehingga tidak hangus setelah masa aktif paket berakhir.

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O Baasir mengatakan, saat ini layanan rollover merupakan salah satu pilihan produk kuota yang telah disediakan operator seluler dengan tingkat pemanfaatan yang terus berkembang.

Baca Juga: Ini Alur Pemungutan PPh 22 oleh Marketplace yang Berlaku Efektif 1 Agustus 2026

"Saat ini, demand untuk layanan rollover rata-rata sekitar 3% hingga 5% dari total pelanggan. (Untuk pengembangannya) kita perlu lihat kebutuhan masyarakat akan produk rollover ke depan," jelasnya saat dihubungi Kontan, Rabu (1/7/2026).

Menurut dia, pengembangan layanan rollover akan bergantung pada tren permintaan pasar. Pasalnya, setiap penambahan produk baru membutuhkan investasi, termasuk biaya lisensi pada sistem billing yang digunakan operator.

"Kalau demand-nya ada tentu pengembangannya cepat. Tapi kalau tidak ada, kan kita keluar cost tapi tidak ada permintaan," ujar Marwan.

Untuk itu, ia menyebut operator bakal melakukan survei bisnis untuk menakar permintaan layanan rollover saat ini sebelum mengoptimalkan pengembangan layanan.

Jika hasil survei dinilai menunjukkan permintaan tinggi, ia bilang pengembangan layanan rollover akan dilakukan karena biaya yang digelontorkan akan sepadan alias tidak membebani perusahaan.

Baca Juga: CORE Minta Pembagian Peran INA dan Danantara Diperjelas

Memang, lanjut Marwan, tantangan terbesar dalam mengembangkan produk rollover lebih lanjut ialah tarif. Mengingat, layanan ini disebut menawarkan manfaat tambahan dibandingkan paket internet reguler.

"Produk rollover ini ada jaminan layanan dan jaminan kualitas di bulan berikutnya. Berarti kan harga pasti berbeda ya, ada jaminan. Nah nanti penyesuaiannya seperti apa, nanti masing-masing operator yang menentukan," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×