kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Potensi pasar industri kacamata dalam negeri makin lebar


Minggu, 19 Mei 2019 / 07:25 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar industri kacamata dalam negeri dinilai sangat besar. Setidaknya 50% penduduk Indonesia telah menggunakan kacamata. Setahun sekali akan ada masyarakat yang mengganti kacamatanya, ini membuat pasar kacamata semakin potensial.

Direktur PT Attala Indonesia Wenjoko Sidharta mengklaim masyarakat Indonesia memiliki 2 hingga 3 kacamata. "Tren penggunaan kacamata ini marak terjadi setelah teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu ( 18/5).

Asal tahu saja, Atalla Indonesia adalah satu-satunya produsen kacamata yang terintegrasi di Indonesia. Kapasitas produksi perusahaan itu sebesar 4.500 lusin kacamata per hari dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 600 orang karyawan.

Sementara itu, dalam setahun Atalla mampu memproduksi 1,5 juta unit. Jenis kacamatanya beraneka ragam, mulai dari kacamata sebagai alat bantu penglihatan, terapi, hingga untuk berkendara, olahraga, maupun fesyen.

Guna meningkatkan produktivitas dan daya saing, Atalla Indonesia memanfaatkan fasilitas pemerintah bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP). BMDTP merupakan insentif fiskal berupa subsidi bea masuk oleh pemerintah atas bahan baku produksi yang diimpor oleh suatu perusahaan. Adapun BMTD berlaku untuk sektor industri dengan bahan baku yang belum diproduksi di dalam negeri, ataupun sudah diproduksi namun belum memenuhi spesifikasi. BMTD juga berlaku untuk bahan baku yang belum mencukupi kebutuhan dan di impor dari negara non-free trade are (FTA)

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, pemerintah memang akan menggenjot investasi dan ekspansi industri kacamata dalam negeri.

Industri kacamata dinilai memiliki kualitas yang bisa bersaing dengan produk impor. Diharapkan adanya investasi baru akan mensubtitusi produk impor. "Kami juga mendorong perluasan pasarnya terutama ekspor," kata Gati dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (18/5).

Selain BMTD, rencananya Standar Nasional Indonesia (SNI) akan diberlakukan untuk produk kacamata yang beredar di dalam negeri. Adapun SNI diberlakukan untuk kacamata berbahan plastik maupun logam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×