Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan induk OYO Indonesia, PRISM, menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di sektor perhotelan.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pelatihan bertajuk Hospitality Emergency Preparedness: Kesiapsiagaan dan Respons Darurat untuk Keselamatan Tamu dan Karyawan yang diikuti karyawan manajemen dan staf hotel jaringan PRISM di seluruh Indonesia.
Pelatihan tersebut membahas pemahaman mengenai risiko bencana, respons darurat, prosedur evakuasi, penanganan tamu, hingga komunikasi dalam situasi krisis. Dalam kondisi darurat, staf hotel dinilai memiliki peran penting karena menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan tamu dan menjadi bagian awal dari respons di lingkungan hotel.
Baca Juga: PHE Lepas Pantai Bunyu Siap Eksplorasi Sumur Migas Tingkilan-001 di Tanjung Selor
Business Head SEAME & LATAM PRISM Pawas Sharma mengatakan, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum kondisi darurat terjadi, termasuk melalui peningkatan kemampuan tim dan kesiapan properti.
“Sebagai perusahaan hospitality, keselamatan tamu, pemilik properti, serta staf dan karyawan merupakan bagian penting dari tanggung jawab kami. Kesiapsiagaan bukan hanya soal apa yang dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi bagaimana kami mempersiapkan tim dan properti agar mampu merespons dengan cepat dan tepat,” ujar Pawas dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
Dalam pelatihan tersebut, BNPB memberikan materi mengenai manajemen risiko dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan hotel. Materi mencakup pentingnya memahami potensi risiko di setiap wilayah, memiliki rencana tanggap darurat, serta memastikan setiap anggota tim mengetahui peran dan tanggung jawabnya.
Beberapa kondisi darurat yang menjadi materi pelatihan antara lain gempa bumi, tsunami, banjir dan kebakaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai prosedur evakuasi serta komunikasi yang perlu dilakukan selama keadaan darurat.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB Drs. Pangarso Suryotomo mengatakan sektor hospitality memiliki karakteristik tersendiri dalam menghadapi risiko bencana karena harus memastikan keselamatan tamu dan pekerja dengan tingkat pemahaman yang berbeda terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga: Hyundai Motors Indonesia Tambah Dealer Baru, Bidik Pasar Karawang
“Kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Setiap lingkungan, termasuk sektor hospitality, perlu memahami potensi risiko di wilayahnya serta memiliki rencana dan kapasitas untuk merespons keadaan darurat,” kata Pangarso.
Menurut BNPB, kesiapan hotel juga perlu memperhatikan tamu dengan kebutuhan khusus dan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, perempuan hamil dan penyandang disabilitas.
Untuk mendukung respons tersebut, hotel dapat menyiapkan personel yang bertanggung jawab atas keselamatan di setiap lantai, memastikan rute evakuasi dan titik kumpul mudah dikenali, serta melakukan latihan dan simulasi evakuasi secara berkala.
Selain pemaparan materi, peserta pelatihan juga mengikuti simulasi kesiapsiagaan gempa dan evakuasi. Salah satu materi praktik yang diberikan adalah teknik Drop, Cover, and Hold On sebagai tindakan perlindungan diri saat gempa sebelum proses evakuasi dilakukan.
Simulasi kemudian dilanjutkan dengan evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya pembagian tanggung jawab di setiap lantai, ketersediaan peralatan darurat dan komunikasi yang efektif kepada tamu.
Baca Juga: Tokopedia dan TikTok Shop Catat GMV Tumbuh 37% pada Semester I-2026
Country Head PRISM Indonesia Abhijeet Singh mengatakan, kesiapsiagaan perlu menjadi bagian dari kegiatan operasional hotel sehari-hari, bukan hanya diterapkan ketika bencana terjadi.
“Hospitality pada dasarnya adalah bisnis yang berhubungan langsung dengan manusia. Karena itu, keselamatan bukan hanya menjadi bagian dari respons ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga perlu dibangun dalam cara kita menjalankan operasional sehari-hari,” kata Abhijeet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














