kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.833
  • SUN90,98 0,00%
  • EMAS612.058 0,33%

Problema generasi milenial berburu hunian

Sabtu, 30 Desember 2017 / 21:40 WIB

Problema generasi milenial berburu hunian



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alek (25 tahun) terhitung lulusan perguruan tinggi (fresh graduate) yang beruntung. Begitu lulus kuliah dua tahun lalu, dia langsung diterima bekerja dan kini sudah masuk tahun kedua menjadi karyawan di perusahaan swasta tempatnya mengais rezeki. 

Awalnya, Alek memang tak terpikir membeli hunian. Tiap menerima gaji, yang muncul di pikirannya adalah jalan-jalan ke tempat-tempat baru. Semua demi pengalaman baru, mulai menjajal tempat wisata, kuliner sampai berburu oleh-oleh antik.

Kini, setelah hubungan dengan sang pacar menjurus serius ke jenjang pernikahan, pikiran untuk bisa membeli rumah mulai terbersit di benaknya. Itu pun baru sekadar keinginan, belum ada realisasi apapun. 

"Untuk cicilan bukan masalah, tapi buat uang mukanya yang susah. Enggak punya pegangan," kata Alek, yang mengistilahkan tabungan dengan "pegangan".

Dihitung-hitung, lanjut dia, dengan penghasilan kurang dari 6 juta atau lebih tepat disebut nyaris menyentuh angka Rp 6 juta, Alek pesimistis bisa punya rumah dalam waktu setahun atau dua tahun ke depan.

"Kemarin tanya-tanya ke pengembang, uang mukanya sekitar Rp 45 jutaan. Masih jauh dari cukup," ujar dia.

Dengan harga rumah yang diincarnya sekitar Rp 650 jutaan, Alek mengaku hanya pusing untuk mencari uang muka. Urusan cicilan, menurut dia, tidak masalah alias masih tercukupi. 

Sempat terpikir mencari rumah subsidi, lanjut Alek. Sayangnya, gaji yang ia terima setiap bulan membuat Alek tidak "lulus" syarat untuk mendapatkan rumah subsidi. Penghasilannya di atas syarat penerima rumah subsidi yang gaji pokoknya antara Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta per bulan.

Sebaliknya, untuk bisa mendapatkan rumah nonsubsidi atau komersial, gajinya tak cukup, terutama dengan rata-rata keharusan membayar uang muka (down payment). Artinya, dengan gajinya saat ini yang terhitung masuk standar "lumayan", Alek tetap belum bisa punya rumah dalam waktu setahun atau tahun ke depan. 

"Mungkin, satu-satunya jalan pinjam bank dulu untuk uang muka, tapi akan ada dua cicilan nanti, berat juga pasti ujung-ujungnya," ucapnya. 


Sumber : Kompas.com
Editor: Rizki Caturini

INDUSTRI PROPERTI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0022 || diagnostic_api_kanan = 0.0637 || diagnostic_web = 0.3324

Close [X]
×