kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Prodia Diagnostic Line (PRDL) Siapkan 17 Produk Baru dan Perluas Pasar


Minggu, 30 Agustus 2026 / 16:06 WIB
Prodia Diagnostic Line (PRDL) Siapkan 17 Produk Baru dan Perluas Pasar
ILUSTRASI. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mulai memperkuat strategi pemulihan kinerja dengan menyiapkan sejumlah produk baru (Dok/ProLINE)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mulai memperkuat strategi pemulihan kinerja dengan menyiapkan sejumlah produk baru serta memperluas jangkauan pasar pada Semester II-2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan membalikkan tekanan kinerja yang terjadi pada paruh pertama tahun ini.

Pada Semester I-2026, pendapatan PRDL tercatat Rp13,7 miliar atau merosot 51,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan tersebut turut menekan kinerja bottom line, dengan perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp8,84 miliar.

PRDL menyebut tekanan kinerja tersebut dipengaruhi oleh transisi produk serta pergeseran waktu pembelian pelanggan.

Untuk memperbaiki kinerja pada paruh kedua tahun ini, PRDL menyiapkan sekitar 17 stock keeping unit (SKU) baru yang ditargetkan meluncur secara bertahap sepanjang sisa 2026. Produk-produk tersebut terutama akan berasal dari segmen Kimia Klinik serta Imunologi & Biomolekuler.

Peluncuran produk tidak dilakukan secara serentak karena masing-masing produk harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari validasi, registrasi, hingga kesiapan komersialisasi.

Baca Juga: Holding Danareksa Perkuat Kawasan Industri dan Aksi Sosial

Investor Relations PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Janice Felicia Haryanto, mengatakan waktu peluncuran setiap produk akan menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing tahapan tersebut.

“Peluncuran akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan final masing-masing produk, termasuk proses validasi, registrasi, dan kesiapan komersialisasi,” ujar Janice kepada KONTAN, Minggu (30/8/2026).

Selain mengembangkan portofolio, PRDL masih memiliki kapasitas produksi yang dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan. Berdasarkan keterangan perseroan, tingkat utilisasi fasilitas produksi baru tercatat sekitar 22% per Juli 2025.

Dengan tingkat utilisasi yang masih relatif rendah tersebut, perseroan memiliki ruang untuk meningkatkan volume produksi tanpa harus langsung menambah kapasitas secara signifikan.

“Dengan tingkat utilisasi tersebut, Perseroan masih memiliki ruang yang cukup besar untuk meningkatkan volume produksi dan menangkap pertumbuhan permintaan ke depan,” lanjut Janice.

PRDL Perluas Pasar ke Sulawesi dan Kalimantan

Sejalan dengan penambahan produk, PRDL juga memperluas jangkauan pemasaran ke sejumlah wilayah baru. Hingga akhir 2026, perseroan menargetkan ekspansi ke sekitar 50 kabupaten dan kota di Sulawesi serta 26 kabupaten dan kota di Kalimantan.

Ekspansi geografis tersebut menjadi salah satu strategi PRDL untuk memperbesar basis pelanggan sekaligus meningkatkan penetrasi produk diagnostik di pasar domestik.

Perseroan juga akan meningkatkan penetrasi ke pelanggan swasta di luar jaringan distributor. Fokus utama diarahkan pada rumah sakit swasta serta jaringan laboratorium klinik.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas basis pelanggan sekaligus meningkatkan akses terhadap produk diagnostik Proline.

 

“Selain memperluas cakupan geografis, Perseroan juga akan memperkuat penetrasi pada segmen swasta non-distributor, terutama rumah sakit swasta dan jaringan laboratorium klinik,” tandas Janice.

Fokus Kembangkan Produk Diagnostik Lokal

Dari sisi manufaktur, PRDL terus mendorong pengembangan produk lokal untuk sejumlah segmen diagnostik, yakni Kimia Klinik, Hematologi, serta Imunologi & Biomolekuler.

Pengembangan produk lokal tersebut ditujukan untuk memperluas portofolio yang diproduksi perseroan sekaligus memenuhi kebutuhan diagnostik di pasar domestik.

Untuk menopang pengembangan bisnis dan peningkatan kapabilitas produksi, PRDL menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp3 miliar hingga akhir 2026.

Dana tersebut terutama akan dialokasikan untuk meningkatkan kapabilitas produksi serta memperkuat fasilitas pendukung.

Investasi tersebut diharapkan dapat menunjang pengembangan produk baru sekaligus meningkatkan kesiapan operasional perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan volume pada periode mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×