kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Produksi berhenti, Freeport tetap mengekspor


Selasa, 17 Maret 2015 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Wajib militer Rusia yang dipanggil untuk dinas militer berjalan di sepanjang peron sebelum menaiki kereta saat mereka berangkat ke garnisun di stasiun kereta api di Omsk, Rusia 27 November 2022. REUTERS/Alexey Malgavko


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan meskipun kegiatan operasian PT Freeport Indonesia berhenti akibat aksi unjuk rasa, namun tidak mengganggu kegiatan ekspor perusahaan tersebut. 

Bambang Susigit, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengatakan, aksi blokade akses jalan hanya mengganggu kerja operasional berupa kegiatan produksi dan perawatan tambang. 

Sehingga, aktivitas pengapalan konsentrat untuk pengiriman ke PT Semting, Gresik maupun ekspor tidak terganggu. "Tidak mengganggu kegiatan ekspor," kata Bambang, Selasa (17/3). 

Sampai saat ini, pemerintah masih menunggu laporan resmi dari manajemen Freeport terkait perkembangan terbaru aksi tersebut.  

Bambang bilang, manajemen Freeport masih menggelar negosiasi untuk membicarakan tuntutan karyawan sekaligus meminta pembukaan kembali blokade tersebut. "Laporan lengkap belum disampaikan perusahaan," kata dia. 

Asal tahu saja, rencana produksi konsentrat Freeport pada tahun 2015 ini mencapai 2 juta ton. Perusahaan tersebut mengantongi kuota ekspor hingga 25 Juli mendatang sebesar 580.000 ton konsentrat.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×