Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan peningkatan produksi kelapa sawit sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Peningkatan produksi CPO tersebut sejalan dengan beroperasinya secara penuh ketiga pabrik kelapa sawit (PKS) milik CSRA.
Merujuk keterangan tertulis CSRA yang dirilis Jumat (30/10), produksi crude palm oil (CPO) perusahaan tercatat mencapai 113.530 ton hingga kuartal III-2026, melonjak 65,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 68.590 ton.
Selain CPO, produksi kernel CSRA juga meningkat menjadi 26.373 ton per kuartal III-2026, dibandingkan 15.616 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara produksi tandan buah segar (TBS) tercatat sebesar 273.985 ton, naik dibandingkan 249.237 ton.
Baca Juga: Produksi Listrik Arkora Hydro (ARKO) Ditargetkan Tumbuh 49,4% pada 2027
Dari sisi produktivitas, yield TBS CSRA mencapai 14,6 ton per hektare (ha) pada sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan yield sebesar 14,1 ton per ha pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan produksi, CSRA juga secara konsisten menjalankan program peremajaan tanaman atau replanting menggunakan varietas benih unggul pada tanaman yang telah memasuki usia lanjut.
Langkah tersebut ditujukan untuk mempertahankan produktivitas kebun sekaligus memperkuat potensi produksi dalam jangka panjang.
CSRA juga memproyeksikan pertumbuhan produksi seiring semakin besarnya proporsi tanaman yang memasuki usia prima dan mencapai potensi produktivitas optimal.
Memasuki 2027, CSRA menyiapkan sejumlah inisiatif strategis dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, serta optimalisasi peluang pertumbuhan.
Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah divestasi salah satu anak usaha yang dinilai kurang efisien, yakni PT Ina Zefanya Ataya. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas operasional dan mengoptimalkan struktur keuangan perusahaan.
Baca Juga: Harga Batubara Naik, Bahlil Buka Peluang Kerek Kuota Produksi 2027
Selain itu, CSRA berencana mengaktifkan PT Bintang Kenten Lestari sebagai bagian dari pengembangan strategis untuk menghasilkan pendapatan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Di sisi tata kelola dan keberlanjutan, perusahaan juga menekankan penerapan prinsip nol deforestasi, nol pembukaan lahan gambut, dan nol eksploitasi atau no deforestation, no peat, no exploitation (NDPE).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














