kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.965   52,00   0,29%
  • IDX 5.709   66,03   1,17%
  • KOMPAS100 739   10,83   1,49%
  • LQ45 560   6,52   1,18%
  • ISSI 199   2,29   1,16%
  • IDX30 317   2,73   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,75   0,19%
  • IDX80 84   1,01   1,23%
  • IDXV30 107   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 102   0,46   0,45%

Produksi dan penjualan Freeport Indonesia di 2020: Tembaga naik, emas malah turun


Rabu, 27 Januari 2021 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Tambang Bawah Tanah Freeport Indonesia


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Pada tahun 2021, produksi tembaga dan emas PTFI ditargetkan mendekati dua kali lipat dari realisasi tahun 2020. Tahun ini, produksi tembaga PTFI ditargetkan bisa mendekati 1,4 miliar pon tembaga sedangkan emas sebanyak 1,4 juta ons.

PTFI pun menargetkan bisa memproduksi tahunan rata-rata sebesar 1,55 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas pada beberapa tahun ke depan seiring dengan upaya peningkatan produksi (ramp up) yang diklaim sesuai jadwal.

Sedangkan untuk penjualan, PTFI menargetkan volume mencapai 1,3 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas pada tahun ini. 

Baca Juga: Begini kata pelaku usaha soal rencana pemerintah ubah tarif royalti batubara dan emas

Meski begitu, Adkerson mengatakan bahwa target 2021 masih menantang seiring dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut. "Pertumbuhan yang berkelanjutan selama 2021 diharapkan memungkinkan kami mencapai target tahunan penuh," ungkap dia. 

Dari sisi investasi, belanja modal (capex) tahunan PTFI untuk proyek pengembangan tambang bawah tanah diharapkan mencapai rata-rata sekitar US$ 0,9 miliar per tahun untuk periode 2021 hingga 2022.

Selanjutnya: BCA siapkan capex Rp 5,2 triliun di tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×