kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Produksi Gula Thailand Turun, Industri Minuman Ringan Siapkan Pasokan Alternatif


Selasa, 08 September 2026 / 16:11 WIB
Produksi Gula Thailand Turun, Industri Minuman Ringan Siapkan Pasokan Alternatif
ILUSTRASI. Stok Gula (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri minuman ringan nasional mulai mencermati potensi pengetatan pasokan gula global menyusul proyeksi penurunan produksi gula Thailand pada musim 2026–2027. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan biaya bahan baku industri minuman.

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo mengatakan, industri minuman ringan dalam negeri sepenuhnya bergantung pada pasokan Gula Kristal Rafinasi (GKR) sebagai bahan baku. Pasalnya, sesuai tata niaga gula yang berlaku, industri tidak diperkenankan menggunakan gula berbasis tebu lokal.

"Anggota Asrim sepenuhnya bergantung pada pasokan gula mentah impor yang akan diolah oleh industri gula rafinasi lokal menjadi GKR," ujar Triyono kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Produksi Gula Thailand Anjlok 17%, Pasokan Global Makin Terancam

Menurut dia, sumber gula mentah atau raw sugar untuk diolah menjadi GKR cukup fleksibel, tergantung ketersediaan di pasar internasional. Selama ini, pasokan antara lain berasal dari Thailand, Australia, dan Brasil.

Karena itu, penurunan produksi gula dari salah satu negara pemasok belum tentu langsung mengganggu ketersediaan gula bagi industri minuman ringan di Indonesia. Pasokan dapat dialihkan ke negara lain yang memiliki ketersediaan lebih baik.

"Apabila produksi dari salah satu negara asal mengalami gangguan, maka besar kemungkinan pasokan akan dipindahkan ke negara lain yang lebih siap," kata Triyono.

Dia menyebut, saat ini impor gula mentah justru banyak bersumber dari Brasil. Kondisi tersebut terjadi karena produksi atau masa panen gula di Thailand dan Australia sedang mengalami penurunan.

Di sisi lain, pasar gula global tengah menghadapi tekanan pasokan. Produksi gula Thailand pada musim 2026–2027 diproyeksikan turun setidaknya 17% menjadi di bawah 10 juta ton dari sekitar 12 juta ton pada musim sebelumnya.

Thailand merupakan eksportir gula terbesar kedua di dunia. Penurunan produksi tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah negara produsen gula utama.

Tekanan pasokan turut mendorong kenaikan harga gula berjangka di New York. Harga kontrak gula tercatat melonjak lebih dari 20% dalam sebulan terakhir, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak 2010.

International Sugar Organization (ISO) juga memperkirakan pasar gula global akan mengalami defisit sekitar 260.000 ton pada musim mendatang. Fenomena El Niño menjadi salah satu risiko yang berpotensi menekan produksi tebu di kawasan Asia.

Triyono menyebut, di tengah potensi gejolak pasokan global tersebut, dukungan pemerintah diperlukan terutama untuk memastikan ketersediaan GKR bagi industri.

Menurut dia, pemerintah perlu segera menetapkan Neraca Komoditas (NK) terkait persetujuan kuota GKR sekaligus menerbitkan izin impor raw sugar untuk kebutuhan 2027.

"Hal ini mengingat masa festive awal 2027 akan bertumpuk dalam rentang waktu yang berdekatan dengan festive akhir 2026," jelasnya.

Baca Juga: AGI Nilai Kondisi Produksi Gula Tahun Ini Masih Menantang, Ini Penghambatnya

Triyono mengatakan, periode Desember 2026 hingga Maret 2027 akan bertepatan dengan sejumlah momentum konsumsi, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek hingga Lebaran. Pada periode tersebut, permintaan produk minuman siap saji secara tradisional meningkat signifikan.

Karena itu, kepastian pasokan bahan baku perlu dikunci jauh-jauh hari. Asrim berharap pemerintah dapat menetapkan NK dan kuota GKR pada Oktober atau November 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×