kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Produksi Minyak Hingga Juli di Bawah Target APBN, Baru Capai 578.156 Barel per Hari


Kamis, 27 Agustus 2026 / 20:31 WIB
Produksi Minyak Hingga Juli di Bawah Target APBN, Baru Capai 578.156 Barel per Hari
ILUSTRASI. Kilang Pertamina Internasional (KPI) (DOK/Pertamina)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

SKK Migas memproyeksikan outlook realisasi produksi minyak mentah nasional sampai dengan akhir tahun 2026 hanya mencapai 591.100 bopd. Artinya, masih ada selisih sebesar 18.900 bopd untuk bisa mencapai target APBN.

Djoko membeberkan bahwa SKK Migas menyiapkan lima strategi untuk menutup selisih tersebut.

Pertama, tambahan produksi dari Natural Gas Liquids (NGL) Hilir sebanyak 2.000 bopd.

Kedua, tambahan minyak dari pengurasan dead stock sebanyak 6.800 bopd.

Baca Juga: Pertamina Targetkan Dua Kilang Bensin Rampung 2030, Investasi Capai US$1,2 Miliar

Djoko menjelaskan di dalam stok nasional terdapat 1,57 juta barel minyak siap lifting dan 2,57 juta barel minyak yang dead stock. SKK Migas akan menyalurkan minyak yang selama ini masih tertampung di tangki penyimpanan tersebut. 

"Ada dead stock yang sudah kita angkat ke permukaan. Status hari ini 2,57 juta barel. Ini disimpan di tangki, tapi karena jenis minyaknya cukup berat sehingga membeku dan perlu kita cairkan untuk kita lifting," jelas Djoko.

Ketiga, optimalisasi produksi minyak dari sumur masyarakat. SKK Migas menargetkan bisa menambah produksi sebanyak 5.000 bopd dari sumur masyarakat.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Pertamina Patra Niaga Terapkan Inovasi Block Mode untuk Kilang

Keempat, optimasi KKKS yang masih belum berjalan (idle) dengan potensi tambahan produksi 600 bopd.

Kelima, SKK Migas mengincar tambahan 4.500 bopd dari hasil produksi kegiatan pemboran, workover dan well service. "Mudah-mudahan hasilnya bisa melebihi dari target, sehingga bisa mencapai 610.000 (target APBN)," tandas Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×