kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Produksi Pupuk 2009 Mencapai Target


Selasa, 05 Januari 2010 / 11:30 WIB


Sumber: Kontan |

JAKARTA. Walaupun ada masalah pasokan gas di dalam negeri, pasokan gas untuk industri pupuk rupanya tidak terganggu. Buktinya, produksi pupuk pada tahun 2009 lalu bisa mencapai target yang dipatok awal tahun.

Bahkan, tahun 2009, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) membukukan rekor produksi pupuk tertinggi, yaitu 2,4 juta ton pupuk urea dan 1,8 juta ton amoniak.

"Angka tersebut sekaligus juga tercatat sebagai jumlah produksi tertinggi yang pernah dicapai pabrik pupuk di Indonesia," kata Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman. Menurutnya, jumlah produksi tersebut sudah hampir menyamai kapasitas terpasang pabrik milik PKT tersebut.

Tahun kemarin, PKT juga mampu melakukan ekspor pupuk 208.000 ton, sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah. Harga rata-rata ekspor pupuk PKT dalam tender terakhirnya mencapai US$ 300 per ton. Dari izin ekspor ini, PKT meraup pendapatan sebesar US$ 56,97 juta.

Kinerja PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) juga tak kalah subur. Direktur Utama PUSRI Dadang Heru Kodri menjelaskan, pabriknya mampu memproduksi pupuk urea sesuai dengan target yang ditetapkan, yaitu 6,9 juta ton.

"Ini karena semua pabrik dapat gas penuh, kecuali PIM yang hanya dapat 5 kargo setara dengan satu pabrik bisa jalan satu tahun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×