kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Produktivitas rendah, harga jagung mahal


Kamis, 21 September 2017 / 14:08 WIB


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Mahalnya harga jagung di Indonesia disebabkan oleh produktivitas yang masih rendah. Sholahuddin, Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) mengatakan, produksi jagung yang masih sekitar 5,2 ton per hektar (ha).

Angka tersebut dinilai masih belum maksimal untuk produksi jagung. "Saat ini biaya produksi tinggi tapi produksi rendah," ujar Sholahuddin, Rabu (21/9)

Sholahuddin bilang, untuk meningkatkan pendapatan petani menjadi Rp 1,5 juta per bulan, produksi jagung efektif sebesar 7 ton per ha. Harga jagung pun dijual denga harga Rp 3.600 per kilogram (kg) hingga Rp 3.750 per kg untuk jagung dengan standar air minimal 17%.

Harga yang mahal juga terbentur oleh biaya produksi yang tinggi. Lahan yang dimiliki petani rata-rata sebesar 0,3 ha. Makanya, petani memerlukan sewa lahan. Harga sewa lahan kualitas baik diakui Sholahuddin bisa mencapai Rp. 20 juta per tahun.

Selain biaya sewa lahan, petani pun harus menanggung biaya pengeringan jagung. Biaya pengeringan menggunakan lantai jemur sebesar Rp 70 per kg. Sementara pengeringan menggunakan dryer sebesar Rp 125 per kg. Proses produksi yang masih menggunakan alat manual pun dinilai akan menurunkan produktivitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×