kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Produsen Gula Belum Minati Impor Raw Sugar


Kamis, 27 Mei 2010 / 10:59 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Rupanya, Importir Produsen (IP) gula dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) belum berminat mengajukan izin untuk mengimpor gula mentah (raw sugar). Padahal, Kementerian Perdagangan sudah mendapatkan rekomendasi untuk memberikan izin impor gula mentah jika ada produsen gula yang mengajukannya.

“Kami belum ada pemikiran untuk impor,” kata Adig Suwandi, Sekretaris Perusahaan PTPN XI kepada KONTAN, Rabu (26/5). Menurut Adig, perusahaannya baru akan mengajukan izin impor raw sugar jika telah mendapat kepastian bahwa panen tebu mereka tidak cukup. Nantinya, raw sugar impor akan mereka pakai mengisi kekurangan bahan baku pabrik gula.

Muchtar, Pelaksana Tugas Harian Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan mengaku sudah menunggu pengajuan izin impor gual mentah dari IP gula seperti PTPN. Sayangnya, para importir tersebut tidak kunjung mengajukan izin impor. Ia juga bilang, Kementerian Perdagangan hanya akan menerbitkan izin impor raw sugar kalau sudah ada perusahaan yang meminta.

Sebagai informasi, kebijakan impor raw sugar tahun 2010 sudah mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Sayangnya, Muchtar masih enggan menyebutkan jumlah kuota impor gula mentah yang akan diberikan kepada para importir tersebut tahun ini.

Yang pasti, tahun ini pemerintah sengaja memberikan peluang impor gula mentah sejak dini agar tidak mengulang proses impor gula tahun lalu. Kala itu, penghitungan produksi yang meleset membuat pemerintah tergesa-gesa mengeluarkan kebijakan impor berupa gula kristal putih yang sedang mahal harganya. Kebijakan ini mengakibatkan para importir rugi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×