kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Produsen obat belum menaikkan harga obat


Jumat, 04 Februari 2011 / 21:13 WIB
ILUSTRASI. IHSG


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kenaikan bahan baku obat belum membuat perusahan obat tergiur menaikkan harga. Namun, bila langkah menaikkan harga itu tetap terbuka.

Sekretaris Perusahaan PT Indofarma C.H. Isakayoga mengatakan, kenaikan bahan baku obat tidak serta merta membuat mereka menaikkan harga. "Kenaikan harga obat merupakan pilihan terakhir," katanya, Jumat (4/2).

Isakayoga menambahkan tidak semua harga bahan baku obat mengalami kenaikkan. Menurutnya, bahan baku yang naik hanyalah berjenis sulfametoxazol ciprofloxacin, dextromethorphan, dan alumunium hydroxide naik 5% mulai awal tahun ini seiring peningkatan bea masuk impor produk tersebut dari 0% menjadi 5%.

Dia beralasan, biasanya sejumlah pabrik obat juga masih memiliki stok bahan baku sehingga kenaikan harga obat ditentukan seberapa banyak stok bahan baku yang mereka miliki. "Bahan baku masing-masing industri obat berbeda-beda jadi belum tahu kapan harga obat akan naik secara merata," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×