kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.301   -72,68   -1,14%
  • KOMPAS100 825   -11,14   -1,33%
  • LQ45 627   -7,22   -1,14%
  • ISSI 218   -2,11   -0,96%
  • IDX30 350   -4,00   -1,13%
  • IDXHIDIV20 426   -3,34   -0,78%
  • IDX80 94   -1,22   -1,28%
  • IDXV30 118   -0,83   -0,70%
  • IDXQ30 111   -1,01   -0,90%

Produsen obat belum menaikkan harga obat


Jumat, 04 Februari 2011 / 21:13 WIB
ILUSTRASI. IHSG


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kenaikan bahan baku obat belum membuat perusahan obat tergiur menaikkan harga. Namun, bila langkah menaikkan harga itu tetap terbuka.

Sekretaris Perusahaan PT Indofarma C.H. Isakayoga mengatakan, kenaikan bahan baku obat tidak serta merta membuat mereka menaikkan harga. "Kenaikan harga obat merupakan pilihan terakhir," katanya, Jumat (4/2).

Isakayoga menambahkan tidak semua harga bahan baku obat mengalami kenaikkan. Menurutnya, bahan baku yang naik hanyalah berjenis sulfametoxazol ciprofloxacin, dextromethorphan, dan alumunium hydroxide naik 5% mulai awal tahun ini seiring peningkatan bea masuk impor produk tersebut dari 0% menjadi 5%.

Dia beralasan, biasanya sejumlah pabrik obat juga masih memiliki stok bahan baku sehingga kenaikan harga obat ditentukan seberapa banyak stok bahan baku yang mereka miliki. "Bahan baku masing-masing industri obat berbeda-beda jadi belum tahu kapan harga obat akan naik secara merata," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×