kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.085   2,00   0,01%
  • IDX 6.133   42,03   0,69%
  • KOMPAS100 804   7,38   0,93%
  • LQ45 613   6,27   1,03%
  • ISSI 212   1,55   0,74%
  • IDX30 345   3,65   1,07%
  • IDXHIDIV20 425   2,36   0,56%
  • IDX80 92   0,86   0,95%
  • IDXV30 116   0,47   0,41%
  • IDXQ30 110   1,07   0,98%

Program mobil listrik akan kurangi impor BBM


Rabu, 24 Februari 2016 / 22:26 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Asosiasi Pengembang Kendaraan Listrik Bermerek Nasional (Apklibernas) mendorong pemerintah agar menghidupkan kembali program mobil listrik nasional.

Ketua Apklibernas, Soekotjo Herupramono mengatakan perusahaan yang tergabung di asosiasi ini siap untuk mengembangkan proyek mobil listrik ini.

Apklibernas berharap, nantinya mobil listrik mampu berkontribusi 10% terhadap penjualan mobil nasional. Dampak lain yang diharapkan dari program ini adalah berkembangnya industri komponen nasional.

"Supply mobil nasional ini berasal dari industri komponen nasional, jadi ini menghidupkan industri komponen," katanya.

Sementara itu, Dosen ITS Muhammad Nur Yuniarto  mengatakan sejatinya Indonesia saat ini sudah mampu untuk memproduksi mobil listrik. Hanya saja, walaupun mobil diproduksi dengan paten nasional, tetapi Indonesia masih terkendala dengan baterainya masih impor.

"Kita tidak punya lithium yang cukup," ujarnya. Meski begitu kata dia, penggunaan mobil listrik akan berdampak pada pengurangan impor BBM.

Sebagaimana diketahui, selama ini pengembangan untuk mobil hemat energi dan ramah lingkungan sudah masuk di perpres Nomor 28 tahun 2008 dan peraturan Kemenperin Nomor 123 tahun 2009.

Nah selain itu, pemerintah juga berkomitmen tahun 2030 menurunkan emisi CO2 pada besaran 29%. Setiap tahun turunkan 2% emisi CO2.

Program mobil listrik sempat mencuat beberapa tahun lalu. Kala itu, mobil listrik bernama Selo si kuning 'Lamborghini' sempat berkeliaran di gelaran KTT APEC 2013 di Bali. Mobil listrik tersebut dibuat oleh Ricky Elson.

Saat itu, untuk mendukung program tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sampai gencar membangun sejumlah Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPBLU) di beberapa lokasi. Sayangnya, hingga kini program mobil listrik kini belum jelas kelanjutannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×