kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Properti lesu, produsen keramik pangkas harga


Rabu, 29 April 2015 / 18:28 WIB
Properti lesu, produsen keramik pangkas harga
ILUSTRASI. Danamas menyambut baik peraturan baru yang diterapkan di industri fintech.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Perlambatan pertumbuhan properti pada kuartal pertama membuat pelaku industri keramik banting harga hingga 10%-15%. Menurut Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Hendrata Atmoko, jika dulu ada yang jual keramik di harga di atas Rp 30.000 per meter persegi, sekarang dia jual di bawah itu.

"Beberapa perusahaan pilih banting harga untuk menjaga arus kas perusahaan, dan juga supaya keramik mereka laku dijual," ujar Hendrata pada KONTAN, Rabu (29/4).

Dia menjelaskan, industri keramik saat ini tengah terjadi kelebihan pasokan. Pasalnya pada 2013 banyak pabrik-pabrik keramik di Indonesia berinvestasi untuk menambah kapasitas produksi. Nah ekspansi pabrik-pabrik tersebut sudah rampung dan sudah mulai beroperasi saat ini.

Di sisi lain permintaan akan keramik justru tengah melambat. Hal itu terjadi akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada perlambatan pertumbuhan properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×