kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Properti lesu, produsen keramik pangkas harga


Rabu, 29 April 2015 / 18:28 WIB
ILUSTRASI. Danamas menyambut baik peraturan baru yang diterapkan di industri fintech.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Perlambatan pertumbuhan properti pada kuartal pertama membuat pelaku industri keramik banting harga hingga 10%-15%. Menurut Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Hendrata Atmoko, jika dulu ada yang jual keramik di harga di atas Rp 30.000 per meter persegi, sekarang dia jual di bawah itu.

"Beberapa perusahaan pilih banting harga untuk menjaga arus kas perusahaan, dan juga supaya keramik mereka laku dijual," ujar Hendrata pada KONTAN, Rabu (29/4).

Dia menjelaskan, industri keramik saat ini tengah terjadi kelebihan pasokan. Pasalnya pada 2013 banyak pabrik-pabrik keramik di Indonesia berinvestasi untuk menambah kapasitas produksi. Nah ekspansi pabrik-pabrik tersebut sudah rampung dan sudah mulai beroperasi saat ini.

Di sisi lain permintaan akan keramik justru tengah melambat. Hal itu terjadi akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada perlambatan pertumbuhan properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×