kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Rupiah jeblok, biaya produksi keramik naik 20%


Kamis, 19 Maret 2015 / 13:33 WIB
ILUSTRASI. BPKP menemukan cara investasi dapen yang dilakukan tanpa melalui proses tata kelola yang baik


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Tren pelemahan nilai tukar rupiah dibandingkan dollar Amerika Serikat telah mengerek beban produksi di industri keramik hingga 20%

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga mengatakan, depresiasi rupiah menekan industri keramik. "Tren pelemahan rupiah ini menakan industri keramik," ujar Elisa pada acara pameran KERAMIKA 2015, Jakarta Convention Center, Kamis (19/3).

Ia mengatakan sebesar 60% komponen biaya produksi di industri keramik menggunakan kurs dollar. "Sebagian bahan baku industri keramik kita masih impor. Lalu bahan baku energi seperti gas alam itu juga menggunakan kurs dollar," ujar Elisa.

Ia mengatakan, dengan kurs rupiah yang terdepresiasi 30% sejak equilibrium di Rp 9.000-an, saat ini beban produksi industri keramik meningkat 20%.  "Jadi sejak kenaikkan kurs dollar terhadap rupiah, terjadi kenaikkan beban produksi sampai 20%" ujar Elisa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×