kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah jeblok, biaya produksi keramik naik 20%


Kamis, 19 Maret 2015 / 13:33 WIB
ILUSTRASI. BPKP menemukan cara investasi dapen yang dilakukan tanpa melalui proses tata kelola yang baik


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Tren pelemahan nilai tukar rupiah dibandingkan dollar Amerika Serikat telah mengerek beban produksi di industri keramik hingga 20%

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga mengatakan, depresiasi rupiah menekan industri keramik. "Tren pelemahan rupiah ini menakan industri keramik," ujar Elisa pada acara pameran KERAMIKA 2015, Jakarta Convention Center, Kamis (19/3).

Ia mengatakan sebesar 60% komponen biaya produksi di industri keramik menggunakan kurs dollar. "Sebagian bahan baku industri keramik kita masih impor. Lalu bahan baku energi seperti gas alam itu juga menggunakan kurs dollar," ujar Elisa.

Ia mengatakan, dengan kurs rupiah yang terdepresiasi 30% sejak equilibrium di Rp 9.000-an, saat ini beban produksi industri keramik meningkat 20%.  "Jadi sejak kenaikkan kurs dollar terhadap rupiah, terjadi kenaikkan beban produksi sampai 20%" ujar Elisa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×