kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Prospek batubara cemerlang, pendapatan Bayan Resources (BYAN) terkerek


Senin, 29 November 2021 / 18:15 WIB
Prospek batubara cemerlang, pendapatan Bayan Resources (BYAN) terkerek
ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

Selain itu, capex juga digunakan untuk membiayai kelanjutan pengaspalan dan peningkatan kualitas jalur pengangkutan batubara menuju Senyiur sepanjang 60 km yang sudah ada. Belanja modal ini juga digunakan untuk keperluan ekspansi lainnya. 

Adapun sampai dengan September 2021, BYAN telah menyerap capex senilai US$ 100,8 juta atau lebih kecil dibandingkan budget yang senilai US$ 127,1 juta. "Pengeluaran aktual yang lebih kecil dibandingkan budget karena keterlambatan progres pembangunan jalan pengangkut batubara menuju sungai Mahakam dan dermaga Muara Pahu," jelasnya.

Di 2021, sebelumnya BYAN menargetkan pendapatan senilai US$ 1,4 miliar sampai dengan US$ 1,6 miliar. Nyatanya, sampai dengan September 2021, target tersebut telah tercapai yakni sebesar US$ 1,74 miliar. 

Direktur BYAN, Russell Neil memaparkan seperti yang diketahui, harga batubara naik sangat tinggi di luar dari yang diantisipasi perusahaan saat membuat target pendapatan tersebut. Di sisi lain, BYAN juga mencatatkan kenaikan volume penjualan dan produksi sehingga proyeksi pendapatan sampai dengan tutup tahun akan menjadi lebih tinggi. 

"Maka dari itu, kami proyeksikan pendapatan di tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan guidance sebelumnya sehingga pendapatan diproyeksikan ditutup di kisaran US$ 2,6 miliar sampai dengan US$ 2,9 miliar," kata Russell. 

 

Mengenai agenda bisnis di tahun depan, Russell mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan pengembangan bisnis seperti melanjutkan konstruksi  jalan angkut batubara, fasilitas pemuatan tongkang baru, serta pengembangan Balikpapan Coal Terminal (BCT). 

Sebagai informasi saja, saat ini BCT memiliki kapasitas 24 juta MT dengan 14 stockpile dan total kapasitas penimbunan (stockpile) sebesar sekitar 1 juta MT. Masing-masing stockpile dapat menampung hingga 65.000 MT batubara. Proses pemuatan batubara di BCT dikontrol secara komputerisasi.

BCT saat ini terdiri atas 2 dermaga, yaitu dermaga yang mengelola pemuatan (inloading) batubara dan dermaga yang mengelola ekspor batubara. Dermaga ekspor dapat memuat penuh kapal panamax dan memuat sebagian kapal capesize. Di tahun lalu, BCT memulai pembangunan 4 unit stockpile dan conveyor baru dengan kapasitas sekitar 500.000 MT. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×